Home Phone Email

Harapan dan Impian dari Wajah Negeri di Ufuk Timur Indonesia untuk Nikolaus Kondomo

Papua tidak pernah kekurangan talenta-talenta putera-puteri terbaik bangsa. Pelantikan Nikolaus Kondomo sebagai Penjabat (Pj) Gubernur provinsi Papua Pegunungan mendapatkan sambutan sukacita dari wajah negeri di ujung timur Indonesia dari kabupaten Pegunungan Bintang yang kini telah resmi menjadi bagian dari daerah otonom baru, provinsi Papua Pegunungan.

Spei Yan Bidana, ST.,M.Si menyampaikan ucapan sukacita selamat dan sukses kepada Nikolaus Kondomo yang telah resmi dilantik sebagai Pj. Gubernur provinsi Papua Pegunungan.

Spei Bidana adalah generasi muda bertalenta manusia rekor yang saat ini menjabat sebagai Bupati Pegunungan Bintang dan Ketua Banteng Pegunungan Bintang dalam catatan Gesuri yang telah dirilis dalam pemberitaan-pemberitaan sebelumnya.

Ucapan yang sama juga disampaikan oleh Spei Bidana kepada dua putra-putri terbaik Papua lainnya yakni, Apolo Safanpo dan Ribka Haluk, masing-masing sebagai Pj. Gubernur provinsi Papua Selatan dan Pj. Gubernur provinsi Papua Tengah.

Atas peresmian ketiga provinsi baru di Papua tersebut serta pelantikan Pj. Gubernur provinsi Papua Pegunungan, Papua Selatan dan Papua Tengah, maka secara de facto, kabupaten Pegunungan Bintang resmi menjadi bagian dari daerah otonomi baru, provinsi Papua Pegunungan.

“Selamat dan sukses menyertai pak Nikolaus Kondomo sebagai Pj. Gubernur provinsi Papua Pegunungan dan sekaligus selamat atas persemian provinsi Papua Pegunungan dimana Pegunungan Bintang masuk dalam provinsi tersebut. Mari menatap kedepan, riak-riak politik telah berlalu sebagai bagian dari aspirasi masyarakat, mari melangkah bersama kita bangun Papua,” ucap Bupati Spei Bidana yang belakangan menjadi tranding topik di Gesuri.id karena pemberitaannya yang selalu masuk nominasi top news di level nasional Gesuri.id bersama berita-berita dari istana presiden (11/11).

“Kami juga mengucapkan selamat dan sukses atas peresmian dua provinsi lainnya yaitu provinsi Papua Selatan dan provinsi Papua Tengah serta pelantikan Pj. Gubernur provinsi Papua Selatan dan Papua Tengah,” Spei Bidana, Bupati Pegunungan Bintang menambahkan.

MENGENAL TIGA DAERAH OTONOM BARU DI PAPUA YANG BARU DIRESMIKAN

Diwartakan dari sekretariat kabinet, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah meresmikan tiga Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua, yaitu Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan, Jumat (11/11).

Peresmian ketiga DOB tersebut dilakukan di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Bupati Pegunungan Bintang, Spei Bidana turut hadir dalam undangan resmi tersebut.

“Hari ini, Jumat, tanggal 11 November 2022, bertempat di Jakarta, saya Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri, atas nama Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Provinsi Papua Selatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022; Provinsi Papua Tengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022; dan Provinsi Papua Pegunungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022,” ujar Mendagri.

Peresmian ditandai dengan pemukulan tifa oleh Mendagri Tito Karnavian bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo putera daerah asal Papua dan beberapa pejabat lainnya.

Dalam agenda ini, Tito juga melantik tiga orang penjabat (Pj) Gubernur, masing-masing Apolo Safanpo sebagai Pj. Gubernur Papua Selatan, Ribka Haluk sebagai Pj. Gubernur Papua Tengah, dan Nikolaus Kondomo sebagai Pj. Gubernur Papua Pegunungan.

Ketiga penjabat gubernur tersebut memiliki latar belakang akademisi dan pejabat pemerintahan.

Apolo Safanpo merupakan latar belakang Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen); Ribka Haluk dengan latar belakang Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Pemerintah Provinsi Papua; sedangkan Nikolaus Kondomo latar belakang Kepala Kejaksaan Tinggi Papua.

Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor: 115/P Tahun 2022 yang ditetapkan tanggal 10 November 2022.

Sebagaimana tertuang dalam Keppres, ihwal lama jabatan, masing-masing Pj. Gubernur tersebut paling lama menjabat selama satu tahun.

“Saya berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai Penjabat Gubernur Papua Selatan, sebagai Penjabat Gubernur Papua Tengah, sebagai Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya dan berintegritas, serta berbakti kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Mendagri mendiktekan sumpah dan janji jabatan kepada para penjabat yang dilantik.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengucapan sumpah/janji jabatan serta pakta integritas oleh masing-masih pejabat yang dilantik.

SPEI BIDANA GENERASI CERDAS DARI UFUK TIMUR INDONESIA YANG SEDANG BERSINAR

Sekilas dalam catatan Gesuri.id ihwal sang nahkoda baru dari kabupaten Pegunungan Bintang wajah negeri di ujung timur Indonesia, Bupati Spei Bidana adalah kader sekaligus ketua Banteng Pegunungan Bintang dari Papua yang sangat aktif dalam gebrakan pemberitaan-pemberitaannya di Gesuri.

Ia telah beberapa kali memecahkan rekor nasional dalam daftar tranding topik melalui pemberitaan pembangunannya yang selalu bertengger di top news level nasional. Bahkan dua kali bertengger menjadi rekor top one news di urutan pertama bersaing dengan berita-berita kegiatan presiden dan tokoh/pejabat nasional lainnya. Rekor berita daerah untuk kabupaten Pegunungan Bintang adalah rekor terbaik seluruh Indonesia.

Spei Bidana kini tercatat sebagai kepala daerah multi rekor dan paling aktif dan terpopuler dari Papua dalam menyampaikan gaung pembangunan dari wajah negeri di ujung timur Indonesia.

Pegunungan Bintang yang dulu asing di telinga, kini beranjak menjadi populer di kalangan pejabat pusat hingga internal partai penguasa PDIP sejak kepemimpinan Spei Bidana.

Gaung percepatan pembangunan yang ia cita-citakan menjadi hal khusus yang harus diperhatikan untuk membawa rakyat Papua dari keterbelakangan akibat keterisolasian wilayah.

Pegunungan Bintang dengan medan geografis pegunungan terjal adalah wilayah perbatasan antar negara yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini sehingga menjadi wajah negeri di ujung timur Indonesia.

Setelah Nikolaus Kondomo, Apolo Safanpo dan Ribka Haluk, dan para putera/i daerah Papua pendahulunya, kini ada sosok baru yang sedang bersinar yang diharapkan dapat segera melanjutkan estafet pembangunan di wilayah timur Indonesia, ketika pemerintah pusat sedang memberikan peluang seluas-luasnya kepada putra-putri terbaik berprestasi dari Papua.

Dia tak lain adalah Spei Bidana, generasi baru cerdas dari wilayah Pegunungan Papua, berlatar belakang ahli perencana birokrat yang matang, telah mencatatkan beberapa sejarah baru dari Papua.

Ia kini digadang-gadang sangat berpotensi untuk menjadi pendobrak kebuntuan di kawasan Indonesia timur menjadi kandidat menteri percepatan pembangunan di kawasan Indonesia timur, apalagi negara telah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi putra-putri Papua terbaik yang berprestasi.

“Spei Bidana ini kami menyebutnya misionaris mudah yang cerdas, pelayan publik yang benar-benar tulus kami rasakan, dia ahli perencana yang benar-benar matang. Hanya dalam waktu singkat gebrakan pembangunannya nyata didepan mata dari dia bangun universitas hanya tiga bulan, hingga jadikan ibukota Oksibil sudah terang yang mana selama 20 tahun lalu gelap-gulita. Dia bolak-balik Jakarta perjuangkan daerahnya, di daerah dia juga bolak-balik turun lapangan ke distrik-distrik kontrol pembangunan jalan, jembatan, bandara, gedung pelayanan, pertanian dan masih banyak lagi dia belum puas,” ujar Koni, guru dari distrik terpencil Pegunungan Bintang (11/11).

“Jadi Spei Bidana ini orang gila membangun karena karakter dan komitmennya kuat, mimpinya besar untuk bangun Papua di tengah segala keterbatasan yang ada dia mampu bercahaya. Negara dan presiden butuh orang gila seperti ini,” Ia menambahkan.

MENGGAPAI IMPIAN DI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN BERSAMA NIKOLAUS KONDOMO

Diwartakan beberapa jaringan media lokal setempat, media timor dan OkminTV dari Pegunungan Bintang, Perjuangan panjang rakyat Papua untuk meresmikan tiga provinsi baru mereka akhirnya terjawab sudah pada 11 November 2022 di Jakarta. Ditengah riak-riak politik yang sudah terlewatkan, kini saatnya rakyat Bersatu menjemput penjabat Gubernur mereka untuk siap Bersama, bergandengan tangan dalam membangun Papua lebih baik kedepannya.

Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana kepada media ini di sela-sela acara peresmian dan pelantikan tiga penjabat Gubernur itu mengatakan, ini adalah langkah awal yang baik dilakukan pemerintah untuk membangun Papua.

“Semua ini karena rencana Tuhan untuk daerah kita. Kita dan seluruh elemen rakyat harus memberi dukungan atas keputusan yang terjadi saat ini, agar kita lebih fokus memberdayakan rakyat Papua lebih baik dari sebelumnya”, ungkap Spei Yan Bidana saat bersalaman dengan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo di Jakarta, jumat (11/11).

Sepintas melihat kedua sosok Bupati Spei dan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo itu tersirat banyak hal yang bakal diperjuangkan baik oleh pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kedepannya.

Bupati Spei mengatakan, riak-riak politik yang sudah terlewatkan merupakan bagian dari dinamika politik yang wajar sebagai bentuk aspirasi rakyat kepada pemerintah. Meskipun demikian, apa yang telah diputuskan pemerintah pusat, harus bisa diterima oleh rakyat dan pemerintah daerah.

“Kita telah melewati banyak tahapan sebelumnya, baik pro maupun kontra dalam perjuangan ini, namun, satu yang kita pikirkan adalah semua itu berujung kepada rakyat sehingga apa yang kita lihat hari ini adalah keputusan final pemerintah untuk kebaikan Bersama. Saatnya kita bersatu, bergandengan bersama pemerintah daerah dan provinsi dan juga seluruh pemangku kepentingan untuk melihat Provinsi Papua Pegunungan lebih baik kedepannya”, ungkap Spei Yan Bidana saat itu.

Ia juga menjelaskan, Kabupaten Pegunungan Bintang sebagai daerah batas negara kedepan harus menjadi perhatian Bersama, baik pemerintah provinsi maupun pusat, sebab beranda negara menjadi focus yang tidak bisa diabaikan.

Ia juga berharap agar ada sinergitas yang baik antara seluruh unsur pemerintah provinsi dan kabupaten dalam melihat masa depan rakyat di Provinsi Papua Pegunungan kedepan lebih baik dari yang ada saat ini.

Source: berbagai sumber

(Tim Redaksi Transparansi Indonesia -Jakarta)