Penetapan Rencana Strategis

Penetapan Rencana Strategis

KAWASAN STRATEGIS NASIONAL

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), di Kabupaten Pegunungan Bintang terdapat dua Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang ditetapkan, yaitu: 

KAWASAN STRATEGIS NASIONAL DARI SUDUT KEPENTINGAN PERTAHANAN DAN KEAMANAN

Kawasan Strategis Nasional dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan yang ditetapkan di Provinsi Papua khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah kawasan perbatasan Negara dengan Negara Papua New Guinea. Rencana kawasan strategis nasional di Kabupaten Pegunungan Bintang yaitu terdapat Kawasan Perbatasan RI dengan Negara Papua New Guinea di Distrik Batom, sementara Oksamol, Tarub, Murkim, Mopinop, Kiwirok Timur, Iwur, dan Pepera sebagai distrik yang berbatasan langsung dengan negara PNG. Sedangkan pintu (gate) perbatasan direncanakan di bangun di Distrik Batom dan  Distrik Tarub. 
Kabupaten Pegunungan Bintang yang terletak di bagian Selatan  dari Provinsi Papua merupakan daerah yang kaya akan potensi sumberdaya alam dan memiliki posisi geografis yang cukup strategis berhadapan dengan negara Papua New Guinea. Posisi Kabupaten Pegunungan Bintang sendiri sebagai salah satu aspek  potensial di kawasan perbatasan yang perlu dikelola. Pengelolahan kawasan perbatasan  tersebut, selama ini belum terkelola dengan baik dan benar. Hal ini tentu sangat memprihatinkan dan sangat membahayakan jika tidak segera ditangani secara serius. 
Untuk itu dengan memposisikan Kabupaten Pegunungan Bintang sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) adalah langkah yang tepat, selain akan memacu perkembangan daerah ini, juga akan mengurangi terjadinya tindakan-tindakan criminal, intimidasi, teror, kecurigaan, dan tindakan sejenis lainnya.  Namun ke depan di Kabupaten Pegunungan Bintang khususnya di distrik Batom, distrik Oksamol, distrik Tarup, distrik Murkim, distrik Mopinop, distrik Kiwirok Timur, distrik Iwur, dan distrik Pepera, yang merupakan daerah yang langsung berbatasan dengan Negara tetangga perlu dikembangkan sebagai kawasan perbatasan dengan mengembangkan pintu gerbang utama yang terletak di di Distrik Batom dan Marantikin di Distrik Tarup yang dilengkapi dengan fasilitas imigrasi, karantina dan perdagangan, apalagi kawasan ini mempunyai kandungan tambang emas terbesar serta panorama alam yang indah.
Pada saat ini pengelolaan kawasan perbatasan masih lebih berorientasi pada pendekatan pertahanan dan keamanan, dengan tujuan melindungi masyarakat dan sekaligus mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di samping itu juga akan lebih berperan untuk menjaga keamanan di kawasan ini, baik dari pencurian sumberdaya yang ada dan pembalakan liar yang tentu merugikan masyarakat pada khususnya dan negara pada umumnya.
Sebagai langkah strategis, maka yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menghadirkan suatu institusi atau bagian dari institusi yang ada untuk melaksanakan tugas mengelola kawasan perbatasan di daerah ini dan pada akhirnya muncul sebagai salah satu kawasan pusat pertumbuhan baru di kawasan sepanjang perbatasan ini. Kawasan Perbatasan di Kabupaten Pegunungan Bintang, dengan keterbatasan dan dengan kelebihannya, maka pengelolaan kawasan ini harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.  
Untuk Pegunungan Bintang telah di bentuk Lembaga khusus yang mengurusi  Permasalahan kawasan perbatasan, yang  dapat langsung dipimpin oleh seorang kepala Badan, yakni Badan Perbatasan/Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat yang penyelenggaraannya bertanggung jawab kepada Bupati. Hal ini penting terutama dalam rangka menjalin kerjasama dengan pemerintah  dan pemerintah provinsi. Namun demikian dalam pelaksanaannya Bupati akan dibantu oleh beberapa instansi terkait, seperti Bappeda, Dinas Perhubungan, Pekerjaan Umum, Dinas Perekonomian Daerah, Dinas Pendidikan dan Pengajaran, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung, Badan Perbatasan, Kanwil Agama, dan institusi keamanan dan pertahanan, Dinas Pertanian Perikanan dan Dinas Kehutanan Perkebunan. 

KAWASAN STRATEGIS PROVINSI

Kawasan strategis provinsi adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup provinsi terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan. 

KAWASAN STRATEGIS PROVINSI DARI SUDUT KEPENTINGAN EKONOMI

Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Papua, di Kabupaten Pegunungan Bintang terdapat kawasan strategis provinsi yaitu Kawasan Strategis Ekonomi Wilayah Pegununungan Tengah Bagian Timur. Rencana Kawasan Strategis Provinsi Kawasan Wilayah Pegunungan Tengah Bagian Timur yang merupakan kawasan strategis dari sudut kepentingan ekonomi terdapat di Distrik Oksibil.

KAWASAN STRATEGIS PROVINSI DARI SUDUT KEPENTINGAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN HIDUP

Kawasan Strategis Nasional dari sudut kepentingan daya dukung lingkungan hidup yang ditetapkan di Provinsi Papua khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah kawasan Suaka Margasatwa Mamberamo-Foja dan Kawasan Suaka Alam Pegunungan Bintang. Kawasan Suaka Alam Pegunungan Bintang yang merupakan kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup terdapat di Distrik Bime, Alemsom, Weime, Borme, Nongme, Pamek, Eupumek, Oksob, Okbape, Okaom, Oksebang, Okhika, Okbibab, Okbab, Oklip, Oksamol, Kiwirok Timur, Okbemtau, Aboy, Batani dan Teiraplu. Kawasan wilayah Mamberamo-Foja yang merupakan kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup terdapat di Distrik Batani.
Pada kawasan inilah terdapat Puncak Mandala dan sumber dari 4 (empat) sungai terbesar di Papua, yakni Sungai Digul yang mengalir ke selatan Boven Digoel, Merauke), Sungai Mamberamo yang mengalir ke arah utara (Mamberamo Raya, Sarmi, Jayapura) Sungai Sific dan Sungai Okbon dan Denom (Sungai Fly) yang mengalir ke arah Timur (PNG), dan Sungai Ok Nimno-Sakup) yang mengalir ke arah Barat (Yahukimo-Asmat). Keempat sungai tersebut dapat dikelola dan dikembangkan sebagai potensi unggulan lokal.

KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN

Penetapan kawasan strategis di Kabupaten Pegunungan Bintang  harus didukung oleh kepentingan dan nilai manfaat daerah, yang berdampak positif terhadap penduduk Kabupaten. Kawasan strategis yang ada di kabupaten Pegunungan Bintang memiliki peluang sebagai kawasan strategis bagi  nasional dan provinsi maupun Kabupaten sendiri. Penetapan kawasan strategis Kabupaten Pegunungan Bintang ditetapkan berdasarkan kesepakatan terutama masyarakat lokal dengan menghargai  kearifan lokal. 

KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN DARI SUDUT KEPENTINGAN EKONOMI

Penetapan kawasan strategis kabupaten dari sudut kepentingan ekonomi di Kabupaten Pegunungan Bintang, meliputi :
A.     Kawasan cepat tumbuh perkotaan Oksibil, Batom, Iwur dan Teiraplu.
Kawasan cepat tumbuh di Kabupaten Pegunungan Bintang terdapat di kawasan 
a.    Perkotaan Oksibil yang meliputi Distrik Oksibil, Serambakon, Kalomdol, Okaom dan Pepera 
b.    Perkotaan Batom yang meliputi Distrik Batom, Mofinop, Okbemtau, Murkim
c.    Perkotaan Teiraplu yang meliputi Distrik Teiraplu, Aboy, dan Jetfa
d.    Perkotaan Iwur yang meliputi Distrik Iwur, Tarub, Kawor, Awinbon

Kawasan perkotaan Oksibil ditetapkan mengingat potensi kawasan ini sebagai kawasan yang mempunyai kecenderungan untuk cepat tumbuh, berperan strategis sebagai pusat pemerintahan, simpul koleksi dan distribusi untuk wilayah belakang yang luas. Kawasan perkotaan Batom ditetapkan sebagai kawasan strategis mengingat peran Batom sebagai pintu perbatasan dengan PNG dan pada kawasan ini akan direncanakan sebagai pusat pendidikan terpadu yang akan dapat digunakan oleh kedua Negara. Kawasan perkotaan Teiraplu ditetapkan karena kawasan ini akan dikembangkan menjadi pusat pelayanan di bagian utara Kabupaten Pegunungan Bintang. Iwur akan memegang peranan penting bagi perkembangan ekonomi Kabupaten Pegunungan Bintang untuk menunjang peran Oksibil. Pertumbuhan perkotaan Iwur akan sangat dipengaruhi dengan dibangunnya jalan nasional yang menghubungkan Iwur dengan Kabupaten Boven Digul.
B.     Kawasan pengembangan agribisnis dan agroforestry.
Konsep agribisnis dan agroforestry dikembangkan untuk menciptakan pertumbuhan dan perkembangan kegiatan pembangunan pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang mampu melayani dan mendorong kegiatan pertanian, perkebunan dan kehutanan di wilayah sekitarnya. Pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan dijalankan secara terpadu baik usaha budidaya, penyediaan sarana, pemrosesan dan pemasaran hasil pertanian dan kehutanan, serta jasa pendukungnya. Potensi dan lokasi yang akan dikembangkan dengan konsep agribisnis dan agroforestry di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah di Distrik Kawor, Iwur, Kalomdol, Okbibab, Okbape, Alemsom, Kiwirok, Kiwirok Timur, Oklip, Okhika, Borme, Eupumek, dengan kegiatan utama berupa budidaya tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, dan hasil hutan. Komoditas utama pertanian tanaman pangan dan holtikultura yang akan dikembangkan pada kawasan ini adalah padi ladang, ubi-ubian, sayuran, dan buah-buahan. Komoditas utama perkebunan yang akan dikembangkan pada kawasan ini adalah kopi dan vanili. Untuk pengembangan agroforesti pada kawasan ini akan dikembangkan industri pengolahan hasil hutan berupa plywood.
C.     Kawasan Pengembangan Ekowisata 
Rencana pengembangan kawasan pariwisata di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang adalah sebagai berikut :
1.    Kawasan Wisata Budaya, yang terdapat di Distrik Serambakon berupa miniatur adat.
2.    Kawasan Wisata  Alam, yang terdiri dari : 
a.    Air terjun bawah tanah di Serambakon
b.    Gua Kelelawar di Kalomdol dan Batom 
c.    Salju abadi di Puncak Mandala yang terdapat di Bime dan Oksop
d.    Wisata arung jeram di Sungai Armase dan Sungai Sifik
e.    Wisata lintas alam di Pegunungan karst di Oksibil, Okaom, Oksop, dan Oksebang 
f.    Terowongan alam (Yakum Olyengyeng) di Oksebang
g.    Gua Sibilbuk di Oksibil dengan panjang gua kurang lebih 10 km.

KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN DARI SUDUT KEPENTINGAN SOSIAL BUDAYA

Kawasan strategis kepentingan sosial budaya di Kabupaten Pegunungan adalah kawasan pelestarian budaya dan adat manusia Aplim Apom. Kawasan ini berlokasi di Tanah Serambakon (Distrik Serambakon) dengan mengembangkan kawasan miniatur adat suku yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang. Penetapan kawasan ini adalah upaya pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dalam mempertahankan harkat dan martabat manusia Aplim Apom. Manusia Pegunungan Bintang terdiri dari pembagian wilayah penyebaran sejarahnya sendiri dan memiliki sifat, ciri khas, silsilah keturunan dan penyebaran yang unik. Konsep strategis dalam mempertahankan keutuhan satu kesatuan manusia Aplim Apom yang memiliki  keunikan sub suku  yang satu dengan sub suku yang lain. Dengan demikian mencegah bahaya superioritas antar suku, diskriminasi, sikap aprioritas negatif terhada satu sama lain. Maka untuk mempertahankan keunikannya kawasan budaya tersebut ditetapkan sebagai kawasan strategis dan sentra pengembangan budaya demi mempertahankan identitasnya sebagai suatu peradaban. Ada enam suku besar yang berada di Pegunungan Bintang antara lain: Suku Ketengban di bagian barat (tersebar di distrik Alemsom, Bime, Pamek, Eupumek, Borme, Nongme, Okbab) Suku Ngalum-Ok di timur tersebar di distrik Oksibil, Oksop, Okaom, Oksebang, Okbibab, Oklip, Okhika, Okbemtau, Oksamol, Okyop, Kiwirok, Pepera, Kalomdol, Serambakon, Suku Murob  di distrik Iwur dan Tarub dan Suku Kambom (Kawor dan Awinbon) di Selatan, Suku Jetfa (Distrik Aboy, Jetfa, Teiraflu, Batani dan Suku Murkim di Utara (di Distrik Batom, Mopinop, Murkim) 

KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN DARI SUDUT KEPENTINGAN FUNGSI DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN HIDUP

Demi menjaga keberlangsungan hidup dan keseimbangan alam atau ekosistem baik di masa kini dan masa yang akan datang perlu ditetapkan kawasan strategis untuk kepentingan lingkungan hidup di Kabupaten Pegunungan Bintang yang berfungsi sebagai kawasan konservasi sumber daya alam dan sumber daya air serta dalam hal pemanfaatan potensi maupun dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada. Kawasan strategis untuk kepentingan lingkungan hidup di Kabupaten Pegunungan Bintang  adalah 
1.    Kawasan Cagar Alam Geologi di berupa rangkaian pegunungan karst di Distrik Oksibil, Okaom, Oksop, dan Oksebang, Serambakon dan rangkaian pegunungan struktural denudasional di distrik Eupumek, Pamek, B nime, Alemsom, Borme,Okbab, Okbibab, Okhika, Okbemtau, Oklip, Kiwirok, Kiwirok Timur, Oksamol, Pepera, Tarub
2.    Perlindungan Wilayah Sungai, Kawasan Pegunungan Bintang adalah sumber dari 4 (empat) sungai terbesar di Papua, yakni Sungai Digul yang mengalir ke selatan, Sungai Mambramo yang mengalir ke arah Utara, Sungai Sivik yang mengalir ke arah Timur, dan Sungai Ok Nimno yang mengalir ke arah Barat (Yahukimo). Ke-empat sungai tersebut dapat dikelola dan dikembangkan sebagai potensi unggulan lokal.

Gambar 5.1 Peta Kawasan  Strategis Kabupaten Pegunungan Bintang

INFO DUNIA AGRIBISNIS


Perkembangan dunia agribisnis Indonesia sangatlah cepat, dibawah ini adalah rangkuman informasi terkait seputar agrobisnis Indonesia selengkapnya :

- Informasi Usaha Peternakan di Indonesia

- Kiat Sukses Peternakan Ayam

- Tips Beternak Lele