Rencana Struktur Ruang

Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang merupakan kerangka tata ruang wilayah kabupaten yang tersusun atas cluster-cluster berdasarkan sifat dan karakter daerah  yang dihubungkan secara hirarki membentuk sistem jaringan prasarana wilayah kabupaten  secara komprehensif dan terstruktur terutama jaringan transportasi darat, sungai dan udara (tatralok).

Rencana struktur ruang wilayah kabupaten berfungsi sebagai arahan pembentuk sistem pusat kegiatan wilayah kabupaten yang memberikan layanan bagi kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan dan sekitarnya yang berada dalam wilayah kabupaten, dan sistem perletakan jaringan prasarana wilayah yang menunjang keterkaitannya serta memberikan layanan bagi fungsi kegiatan yang ada dalam wilayah kabupaten, terutama pada pusat-pusat kegiatan perkotaan yang ada.

RENCANA SISTEM PUSAT KEGIATAN

RENCANA SISTEM PERKOTAAN

Berdasarkan pertimbangan teknis penyusunan RTRW Kabupaten Pegunungan Bintang, dalam upaya untuk menciptakan integrasi antarwilayah di Kabupaten Pegunungan Bintang dan mendorong pertumbuhan perekonomian wilayah maka terdapat usulan penetapan pusat kegiatan kegiatan baru. Sasaran rencana pengembangan sistem perkotaan di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah menetapkan PKLp, PPK, dan PPL. Hal ini didorong untuk mempermudah dalam peningkatan pelayanan produksi, koleksi dan distribusi sektor-sektor perekonomian serta peningkatan pelayanan sosial ekonomi lainnya. Selain fungsi tersebut, di kabupaten Pegunungan bintang juga terdapat Pusat kegiatan Strategis Nasional (PKSN) di Batom, Distrik Batom. 


Tabel 3 1 Rencana Sistem Perkotaan Kabupaten Pegunungan Bintang

No.

Sistem Perkotaan

Pusat

Fungsi Utama

1

PKSN

Batom di Distrik Batom

  • Pusat Utama Pertahanan dan Kemanan Perbatasan Negara;
  • Pusat pelayanan pemerintahan distrik;
  • Pusat perdagangan dan jasa regional;
  • Pusat permukiman perkotaan;
  • Pusat pelayanan kesehatan;
  • Pusat pelayanan pendidikan;
  • Pusat pengembangan kehutanan;
  • Pusat pengembangan pertanian;
  • Pusat pengembangan perkebunan;
  • Pusat pengembangan peternakan;
  • Pusat pengembangan pariwisata;

2

PKL

Oksibil di Distrik Oksibil

  • Ibukota Kabupaten/ Pusat pelayanan pemerintahan Kabupaten;
  • Pintu primer transportasi udara kabupaten;
  • Pusat pelayanan pemerintahan distrik;
  • Pusat perdagangan dan jasa skala regional
  • Pusat pelayanan jasa perkantoran
  • Pusat permukiman perkotaan;
  • Pusat pelayanan kesehatan;
  • Pusat pelayanan pendidikan;
  • Pusat pengembangan pertanian;
  • Pusat pengembangan perkebunan;
  • Pusat pengembangan peternakan;
  • Pusat pengembangan pariwisata;
  • Pusat pengembangan kebudayaan;

3

PKLp

Teiraplu di Distrik Teiraplu

  • Pusat perdagangan dan jasa;
  • Pusat pengembangan kehutanan;
  • Pusat pengembangan pertanian;
  • Pusat pelayanan pemerintahan distrik;
  • Pusat permukiman perkotaan;
  • Pusat pelayanan kesehatan;
  • Pusat pelayanan pendidikan;
  • Pusat pengembangan perkebunan;
  • Pusat pengembangan peternakan;
  • Pusat pengembangan pariwisata;

4

PPK

Iwur di Distrik Iwur

  • Pusat Pertahanan dan Keamanan;
  • Pusat perdagangan dan jasa;
  • Pusat pengembangan kehutanan;
  • Pusat pengembangan pertanian;
  • Pusat pelayanan pemerintahan distrik;
  • Pusat permukiman perkotaan;
  • Pusat pelayanan kesehatan;
  • Pusat pelayanan pendidikan;
  • Pusat pengembangan peternakan.

Awimbon di Distrik Awinbon

  • Pusat perdagangan dan jasa;
  • Pusat pengembangan kehutanan;
  • Pusat pengembangan pertanian;
  • Pusat pengembangan perkebunan;
  • Pusat pelayanan pemerintahan distrik;
  • Pusat permukiman perkotaan;
  • Pusat pelayanan kesehatan;
  • Pusat pelayanan pendidikan;
  • Pusat pengembangan peternakan;
  • Pusat pengembangan pertambangan

Kiwirok di Distrik Kiwirok

  • Pusat perdagangan dan jasa;
  • Konservasi sumber daya air (sungai)
  • Pusat pengembangan perkebunan;
  • Pusat pengembangan pertanian;
  • Pusat pelayanan pemerintahan distrik;
  • Pusat permukiman;
  • Pusat pelayanan kesehatan;
  • Pusat pelayanan pendidikan;
  • Pusat pengembangan pariwisata;
  • Pusat pengembangan peternakan;

Abmisibil di Distrik Okbibab

  • Pusat perdagangan dan jasa;
  • Pusat pelayanan pemerintahan distrik;
  • Konservasi Alam
  • Pusat permukiman;
  • Pusat pelayanan kesehatan;
  • Pusat pelayanan pendidikan;
  • Pusat pengembangan pariwisata;
  • Pusat pengembangan pertanian;
  • Pusat pengembangan peternakan;

Bias di Distrik Murkim

  • Pusat perdagangan dan jasa;
  • Pusat pertahanan dan keamanan;
  • Pusat pelayanan pemerintahan distrik;
  • Pusat pengembangan kehutanan;
  • Pusat pengembangan pertanian;
  • Pusat pengembangan perkebunan;
  • Pusat permukiman perkotaan;
  • Pusat pelayanan kesehatan;
  • Pusat pelayanan pendidikan.
  • Pusat pengembangan peternakan;

Eupumek di Distrik Eupumek

  • Pusat perdagangan dan jasa;
  • Konservasi sumber daya air (sungai)
  • Pusat pelayanan pemerintahan distrik;
  • Pusat permukiman;
  • Pusat pelayanan kesehatan;
  • Pusat pengembangan pertanian;
  • Pusat pelayanan pendidikan;
  • Pusat perikanan darat
  • Pusat pengembangan pariwisata;
  • Pusat pengembangan peternakan;

Borme di Distrik Borme

  • Pusat perdagangan dan jasa;
  • Pusat pelayanan pemerintahan distrik;
  • Konservasi Alam
  • Pusat permukiman;
  • Pusat pelayanan kesehatan;
  • Pusat pelayanan pendidikan;
  • Pusat pengembangan pertanian;
  • Pusat pengembangan peternakan;
  • Pusat pengembangan pariwisata.

5

PPL

Pepera di Distrik Pepera

Turwe di Distrik Bime

Apmisibil di Distrik Okbibab

Aboy di Distrik Aboy

Okyop di Distrik Kiwirok Timur

Arintap di Distrik Kawor

Tarup di Distrik Tarup

Dabolding di Distrik Kalomdol

Oksebang di Distrik Oksebang

Wonbakon di Distrik Serambakon

Alemsom di Distrik Alemsom

Oksop di Distrik Oksop

Komok di Distrik Oklip

Okelwel di Distrik Okhika

Oksamol di Distrik Oksamol

Baser di Distrik Okbemtau

Bape di Distrik Okbape

Bulangkop di Distrik Okaom

Pamek di Distrik Pamek

Nongme di Distrik Nongme

Batani di Distrik Batani

Terfones di Distrik Yefta

Mot di Distrik Mofinop

  • Pertahanan dan Kemanan Perbatasan Negara;
  • Konservasi alam;
  • Pusat permukiman;
  • Pusat perdagangan dan jasa;
  • Pusat pelayanan pemerintahan distrik;
  • Pusat pelayanan kesehatan;
  • Pusat pelayanan pendidikan;
  • Pusat pengembangan kehutanan;
  • Pusat pengembangan pertanian;
  • Pusat pengembangan perkebunan;
  • Pusat pengembangan peternakan;
  • Pusat perikanan darat;
  • Pusat pengembangan pertambangan;
  • Pusat pengembangan pariwisata alam;
  • Pusat pengembangan budaya.

 

Sumber : Hasil Analisis, 2010
 
 
RENCANA SISTEM PERKAMPUNGAN 
Geolokasi kampung menjadi aspek penting dalam rencana tata ruang wilayah di Provinsi Papua, mengingat bahwa kampung merupakan representasi keberadaan masyarakat adat. Kampung adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-asul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perkampungan merupakan konsentrasi kegiatan penduduk yang berfungsi sebagai pengembangan lahan permukiman kampung dan aktivitas penunjangnya. Berdasarkan Dalam Angka Tahun 2009, jumlah kampung di Kabupaten Pegunungan Bintang sebanyak 275 kampung yang tersebar di 34 distrik.
 
Konsentrasi dan  penyebaran permukiman kampung di Kabupaten Pegunungan bintang cenderung mengikuti pola jaringan transportasi dengan mempertimbangkan aksesibilitas dengan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung sosial dan ekonomi untuk menunjang aktivitas masyarakat. Di kawasan yang terpencil pola penyebaran kampung cenderung membentuk pola yang menyebar dan berkelompok dengan konsentrasi dekat dengan tempat aktivitas khususnya pertanian/perkebunan ladang yang masih berpindah.
 
Saat ini pergerakan masyarakat dari daerah terpencil masih dilakukan dengan berjalan kaki, menggunakan transporasi sungai dan maupun dengan pesawat perintis. Dengan banyaknya bandara baik bandara umum maupun perintis yaitu 3 bandar udara dan 57 lapangan terbang yang menyebar di Kabupaten Pegunungan Bintang dan sangat berperannya transportasi sungai dengan dermaga-dermaga sungai sebanyak 10 dermaga sungai yang melintasi antar distrik dan antar kabupaten, diharapkan  pergerakan masyarakat dari dan menuju pusat permukiman perkampungan masih dapat terlayani.
Sistem permukiman kampung di Kabupaten Pegunungan Bintang diarahkan untuk saling bersinergi dan saling menunjang satu dengan yang lain dengan membentuk jaringan interkoneksitas antar kawasan perkampungan dengan kawasan perkotaan. Diarahkan masyarakat dari permukiman perkampungan masih menggunakan transportasi udara dan sungai sampai transportasi darat yaitu jalan raya dapat menghubungkan pusat-pusat kegiatan yang ada baik di kawasan perkotaan maupun permukiman perkampungan.
 
PEMBAGIAN SUB SATUAN WILAYAH PENGEMBANGAN
 
Kabupaten Pegunungan Bintang diarahkan menjadi tiga Sub Satuan Wilayah Pengembangan. Pembagian Satuan Wilayah Pengembangan ini didasarkan pada perkiraan hirarki permukiman, efektifitas jangkaun pelayanan, orientasi pergerakan penumpang dan barang. Pembagian Sub Satuan Wilayah Pengembangan di Kabupaten Pegunungan Bintang dapat dilihat pada Gambar 3.1.

Tabel 3 2 Sub Satuan Wilayah Pengembangan dan Kegiatan Utama di Kabupaten Pegunungan Bintang

No

Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SWP)

Pusat

Distrik

Kegiatan Utama

1.

SSWP I

Oksibil

Alemsom, Okbape,  Serambakon, Oksebang,  Oksop, Okaom, Pepera, Kalomdol, Iwur, Kawor, Awimbon, Tarub.

  • Pelayanan pemerintahan kabupaten;
  • Pertahanan dan keamanan perbatasan;
  • Pelayanan pemerintahan distrik;
  • Konservasi alam;
  • Pelayanan Perdagangan dan jasa;
  • Permukiman perkotaan dan perkampungan
  • Budidaya perkebunan;
  • Budidaya pertanian;
  • Budidaya kehutanan
  • Budidaya perikanan darat;
  • Budidaya Peternakan;
  • Industri pertambangan
  • Pelayanan pendidikan;
  • Pelayanan kesehatan;
  • Pariwisata alam dan budaya;

2

SSWP II

Batom

Kiwirok, Kiwirok Timur, Oklip, Oksamol

Batom, Okbemtau, Okhika, Okbibab,, Murkim, Mofinop, Jetfa, Aboy

  • Pertahanan dan keamanan perbatasan;
  • Pelayanan pemerintahan distrik;
  • Konservasi alam;
  • Pelayanan Perdagangan dan jasa;
  • Permukiman perkotaan dan perkampungan
  • Budidaya perkebunan;
  • Budidaya pertanian;
  • Budidaya kehutanan
  • Budidaya perikanan darat;
  • Budidaya Peternakan;
  • Pariwisata alam dan budaya;
  • Industri pertambangan
  • Pelayanan pendidikan;
  • Pelayanan kesehatan;

3

SSWP III

Teiraplu

Distrik Borme, Bime, Weime, Nongme, Batani, Eupomek, Pamek, Okbab, dan Teiraplu.

  • Pelayanan Perdagangan dan jasa;
  • Konservasi alam;
  • Budidaya pertanian;
  • Budidaya kehutanan
  • Budidaya perkebunan;
  • Budidaya perikanan darat;
  • Budidaya Peternakan;
  • Pelayanan pemerintahan distrik;
  • Permukiman perkotaan dan perkampungan
  • Pariwisata alam dan budaya;
  • Pelayanan pendidikan;
  • Pelayanan kesehatan;
Sumber : Hasil Rencana, 2010
 

3.1.4    RENCANA PENGEMBANGAN FASILITAS PENUNJANG PERKOTAAN

A.     Rencana Pengembangan Sarana Pendidikan

Berdasarkan analisis menunjukkan Jenis fasilitas pendidikan di Kabupaten Pegunungan Bintang sampai saat ini belum mencukupi, mulai dari tingkat pendidikan tingkat TK sampai dengan SMA. Namun untuk rencana hingga 20 tahun ke depan Kabupaten Pegunungan Bintang mempunyai rencana untuk sarana pendidikan yaitu: 
a.    Pendirian sekolah dasar inti (lengkap dan berpola asrama) di Oksibil, Iwur, Kiwirok, Kawor, Okbibab, Oklip, Borme (Weime), Eipumek/ Pamek, Batom, Batani, Alemsom, Okaom, Okhika dan Teiraplu;
b.    Pendirian sekolah dasar (imbas sampai kelas 3) di semua distrik
c.    Penambahan dan pemerataan fasilitas pendidikan  tingkat SLTP dan SLTA/ SMK di Oksibil, Okbibab, Borme, Batom, Iwur, Kiwirok
d.    Rencana pembangunan pendidikan terpadu SMP, SMK, Politeknik, Universitas di Distrik Batom

B.     Rencana Pengembangan Sarana Kesehatan

Berdasarkan hasil analisis, kebutuhan fasilitas kesehatan di Pegunungan Bintang untuk tahun 2011-2015 adalah peningkatan puskesmas menjadi  rumah sakit tipe D, yaitu di Oksibil dan penambahan fasilitas puskesmas rawat inap di Oksibil, Okbibab, Kiwirok, Batom dan Iwur. 

C.     Rencana Pengembangan Sarana Perdagangan

Berdasarkan hasil analisis, sarana  perdagangan di Kabupaten Pegunungan Bintang telah memenuhi standar pelayanan minimum, bahkan cenderung telah melampuai SPM tersebut. Oleh karena itu,seiring dengan kecenderungan perkembangan perekonomian yang terus meningkat, maka perencanaan sarana ini diprioritaskan pada perencanaan penataan kawasan perdagangan dan jasa yang lebih teratur.
Kecenderungan pertumbuhan kegiatan perkonomian yang tidak terencana di kawasan pesisir pantai seperti sekarang ini tentunya akan mengakibatkan ketidakserasian secara fisik, karena menjadi kawasan tersebut berubah menjadi padat dan kumuh. Selain itu perubahan fungsi kegiatan dari fungsi perumahan dan permukiman menjadi fungsi kegiatan komersial yang tidak terencana tentunya berakibat pada ketidaknyamanan bagi masyarakat setempat. 

Pengembangannya aktifitas perekonomian, di kawasan Pegunungan Bintang, di masa mendatang  perlu diantisipasi dengan memperhatikan kebutuhan ruang dan lahan untuk kegiatan perokonomian yang tentunya disesuaikan  juga dengan daya dukung lingkungan. Selain itu untuk perlu dibentuk ruang kota yang baik dan serasi dengan lingkungan agar tercipta keindahan visual. Maka rencana sarana perdagangan di Kabupaten Pegunungan Bintang yaitu penataan kawasan perdagangan dan jasa yang lebih teratur di Oksibil, Iwur, Borme, Abmisibil, Batom, Pepera, Turwe, Polobakon, Borban, Teiraplu dan Okelwel, Komok

D.     Rencana Pengembangan Sarana Peribadatan

Jenis sarana peribadatan sangat tergantung pada kondisi setempat dengan memperhatikan struktur penduduk menurut agama yang dianut, dan tata cara atau pola masyarakat setempat dalam  menjalankan ibadah agamanya. Secara kuantitas jumlah fasilitas ibadah di Kabupaten Pegunungan Bintang sudah mencukupi, namun penyebarannya masih belum merata ke seluruh wilayah. Untuk itu rencana sarana peribadatan di Kabupaten Pegunungan Bintang yaitu peningkatan kualitas fasilitas peribadatan yang sudah ada dan pembangunan fasilitas peribadatan untuk distrik-distrik yang belum memiliki.

Gambar 3.1 Peta Rencana Sistem Perwilayahan 

Gambar 3.2 Peta Rencana Struktur Ruang  Kabupaten Pegunungan Bintang

RENCANA SISTEM JARINGAN PRASARANA UTAMA

Transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam menghubungkan satu wilayah atau pusat pertumbuhan tertentu dengan wilayah atau pusat pertumbuhan lain. Di dalam wilayahnya sendiri, transportasi juga mempunyai peran dalam menghubungkan tempat-tempat atau kawasan di dalamnya. Hubungan fungsional dapat dikelompokan ke dalam kategori : (1) hubungan eksternal, (2) hubungan antar pusat, (3) hubungan pusat dan wilayah belakangnya (hinterland)

Pengembangan sistem transportasi multimoda merupakan sistem transportasi yang sesuai untuk dikembangkan di Kabupaten Pegunungan Bintang. Dalam sistem ini keterpaduan antar moda transportasi merupakan sesuatu yang harus ada baik pada saat perencanaan maupun saat opersional. Dalam sistem transportasi multimoda untuk pergerakan internal minimal terdapat tiga moda transportasi yang harus dipadukan, yaitu moda transportasi udara, transportasi sungai dan moda transportasi darat.

SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI DARAT

Sistem jaringan transportasi darat terdiri atas jaringan jalan dan jaringan sungai. Strategi pengembangan sistem jaringan transportasi darat diarahkan pada upaya meningkatkan kualitas jaringan prasarana dan mewujudkan keterpaduan pelayanan transportasi.
A.     Sistem Jaringan Jalan
Rencana pengembangan jaringan jalan di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah sebagai berikut:
a)    Jaringan jalan strategis nasional rencana dengan status jalan nasional dan memiliki fungsi sebagai jalan kolektor primer K1 adalah ruas jalan:
(1)    Oksibil – Iwur; 
(2)    Iwur  – Waropko; dan 
(3)    Dekai – Oksibil.
b)    Jaringan jalan dengan status jalan strategis kabupaten sebagai jalan kolektor primer K4 adalah ruas jalan Ubrub (Kabupaten Keerom) – Kukru – Bias – Mot –Batom – Okyop – Oksamol – Pepera – Oksibil;
Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 631/KPTS/M/2009 terdapat rencana jalan  non status yang menghubungkan Ubrub – Oksibil. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang mengusulan ruas jalan ini ditingkatkan fungsi dan statusnya dari jalan kabupaten menjadi jalan nasional. Hal ini juga mengingat ruas jalan dari Kabupaten Jayapura ke Kabupaten Merauke termasuk ke dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) pada Koridor Ekonomi 6. 
c)    Jalan lokal primer yang direncanakan di Kabupaten Pegunungan Bintang meliputi:
(1)    Ruas jalan Batom – Aboy –Teiraplu – Nawa – Lereh – Kaureh (Kabupaten Jayapura); 
(2)    Bias – Teiraplu – Batani – Kabupaten Yahukimo;
(3)    Batom – Okngam – Borban;
(4)    Jalan lingkar (ring road) kawasan perkotaan Oksibil;
(5)    Ruas jalan Okyop – Kiwirok – Okhika – Okbibab – Okbab - Borme – Nongme – Batani – Lereh – Kaureh (Kabupaten Jayapura); 
(6)    Ruas Jalan  Awimbon - Arintap – Iwur – Tarub – Denom – Marantikin – Oktedy (perbatasan PNG); 
(7)    Ruas jalan Okbibab – Bime – Eupumek – Pamek – Nalsa (Kabupaten Yahukimo);
(8)    Ruas Jalan Aboy -  Okngam – Kiwirok – Oklip-Pepera;
(9)    Tinibil – Bomding- Tumorbil (PNG); 
(10)    Ruas Jalan Nongme - Bime
(11)    Batom – Yapsy (PNG);
(12)    Ruas jalan Okbape – Sumtamon – Seradala (Kabupaten Yahukimo).
Disamping merencanakan pembangunan dan pengembangan jalan pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang juga merencanakan pembangunan jembatan.  

Tabel 3 3 Rencana Pembangunan Jembatan di Kabupaten Pegunungan Bintang

Timur dan Selatan

Barat

Utara

Nama Jembatan

Panjang/lebar (m)

Nama Jembatan

Panjang/lebar (m)

Nama Jembatan

Panjang/lebar (m)

Digoel I

120/8

Sekame

150

Oktau

500

Digoel II

130

Okbab

150

Lunme

100

Digoel III

170

Kirime

200

Bautme

100

Idim

180

Kameme

200

Nawa

500

Bao

180

Bime

100

 

 

Oksibil

50

Eipumek

100

 

 

Oknimno

100

Pamek

150

 

 

Seram

50

Nongme

200

 

 

Oktak

80

Borme

150

 

 

Oknangul

85

Weime

200

 

 

Okhiha

90

Batani

350

 

 

Oktautaka

90

 

 

 

 

Okngo

75

 

 

 

 

Okbi

100

 

 

 

 

Okyako

120

 

 

 

 

Oklip

170

 

 

 

 

Okbon

90

 

 

 

 

Okik

85

 

 

 

 

Okngam

120

 

 

 

 

Okbem

125

 

 

 

 

Sifik

300

 

 

 

 

 

Sumber: Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang

 

B.     Jaringan Prasarana lalu Lintas

Jaringan prasarana lalu lintas yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah terminal. Pengembangan terminal darat yang terdapat di kabupaten ini adalah adalah terminal tipe B, tipe C dan sub terminal. Rencana terminal yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah:
1)    Terminal tipe B diarahkan pengembangannya di Oksibil distrik Oksibil, 
2)    Terminal Tipe C di Batom di Distrik Batom, Bias di Distrik Murkim, Iwur di Distrik Iwur, dan Teiraplu di Distrik Teiraplu.
3)    Sub-terminal di Okhim di Distrik Oklip, Bape di Distrik Okbape, Mipol Distrik Okhika, Batani Distrik Batani, Borme Distrik Borme, Baser Distrik Okbemtau dan Abmisibil di Distrik Okbibab. 
Dari terminal-terminal tersebut, trayek angkutan penumpang dan barang di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah:
1)    Oksibil – Iwur – Kabupaten Boven Digoel;
2)    Oksibil – Awimbon –  Kabupaten Yahukimo;
3)    Batom – Bias – Kabupaten Keerom;
4)    Batom – Teiraplu- Kabupaten Jayapura;

C.     Rencana Jaringan Transportasi Sungai
Jaringan sungai serta alur pelayaran untuk kepentingan angkutan sungai yang terdapat pada wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, lintas penyeberangan merupakan muatan yang perlu direncanakan dalam jaringan sistem transportasi darat yang terdapat pada wilayah kabupaten pelabuhan sungai yang terdapat pada wilayah kabupaten dan pelabuhan penyeberangan yang terdapat pada wilayah kabupaten. Pengembangan jaringan sungai tersebut perlu didukung program Peningkatan Sarana-Prasarana Sungai Nasional yang berlokasi di Kawor, Teiraplu, Batani, Aboy, Batom, Bias, Mot, Okbemtau dan Jetfa.
Samping itu, rencana pembangunan dermaga sungai untuk mengantisipasi pergerakan moda transportasi sungai. Terdapat 10 dermaga sungai yang direncanakan di bangun, yaitu:
 
•    Dermaga Teirame di Sungai Sobger di Distrik Teiraplu;
•    Dermaga Muara Ki di pertemuan Sungai Okbab dan Sungai Nongme di Distrik Batani;
•    Dermaga Aboy di Sungai Sobger di Distrik Aboy;
•    Dermaga Muara Sifik di Sungai Sific di Distrik Batom;
•    Dermaga Asbi di Sungai Asbi di Distrik Mofinop;
•    Dermaga Kalimbu di Sungai Kalimbu di Distrik Jetfa;
•    Dermaga Baser di Sungai Oktau di Distrik Okbemtau;
•    Dermaga Kawor di Sungai Digoel di Distrik Kawor;
•    Dermaga Bias di Sungai Bias di distrik Murkim;
•    Dermaga Awimbon di Sungai Sakup di Distrik Awimbon.
Rencana pengembangan  alur pelayaran sungai di Kabupaten Pegunungan Bintang yaitu alur pelayaran: 
•    Okbemtau- Aboy- Jetfa -Teiraplu-Jayapura (PP);
•    Batani-Jayapura (PP);
•    Batom – PNG – Mot (PP);
•    Batom – PNG – Bias (PP);
•    Kalimbu – Kabupaten Keerom (PP);
•    Kawor-Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel (PP); dan
•    Awimbon – Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel (PP).

RENCANA JARINGAN TRANSPORTASI UDARA

Hampir semua distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang memiliki bandar udara/ lapangan terbang, walaupun sebagian besar hanya terdiri dari air strip. Berdasarkan peraturan menteri perhubungan No. KM 11 Tahun 2010, terdapat tiga bandara pengumpan di Kabupaten Pegunungan Bintang, yaitu Bandara Oksibil di Distrik Oksibil, Bandara Batom di Distrik Batom, dan Bandara Kiwirok di Distrik Kiwirok.
Bandara Oksibil adalah pintu gerbang utama untuk masuk ke Pegunungan Bintang dari Jayapura. Bandara Oksibil mempunyai panjuang landasan pacu (run way) sepanjang 1.350 meter (dimensi runway 1.350 x 30 m). Luas Apron I sebesar 70 m x 65 m dan luas apron 2 sebesar 120 m x 65 m. Bandara ini belum memiliki fasilitas sisi darat. Fasilitas Komunikasi dan navigasi (CNS ATM) yang dimiliki adalah fasilitas telekomunikasi (SSB, VHF), fasilitas navigasi (NDB, DME), fasilitas bantu pendaratan (PAPI), penunjang fasilitas penerbangan dan operasi bandar udara (solar-cell, ACU cell), fasilitas penunjang penerbangan (windshock, anemo meter). Pada kawasan Bandara Oksibil direncanakan untuk penyusunan aturan zonasi kawasan sekitar bandara. 
Rncana tatanan kebandarudaraan di Kabupaten Pegunungan Bintang meliputi bandar udara pengumpan yang terdiri atas:
A.    Bandar udara pengumpan:
1)    Bandar Udara Oksibil di Distrik Oksibil;
2)    Bandar Udara Batom di Distrik Batom;
3)    Bandar Udara Kiwirok di Distrik Kiwirok; 
4)    Bandar Udara Teiraplu di Distrik Teiraplu
B.    Lapangan terbang dengan peran sebagai pembuka keterisolasian dan perbatasan. Jumlah lapangan terbang ini di Kabupaten Pegunungan Bintang terdapat sebanyak 56 lapangan terbang perintis yang tersebar di semua distrik di kabupaten Pegunungan Bintang.


Tabel 3 4 Lapangan Terbang di Kabupaten Pegunungan Bintang

  1. Lapangan Terbang Iwur di Distrik Iwur;
  1. Lapangan Terbang Kawor di Distrik Kawor;
  1. Lapangan Terbang Awimbon di Distrik Awimbon;
  1. Lapangan Terbang Tinibil di Distrik Oksamol;
  1. Lapangan Terbang Okbibab di Distrik Okbibab;
  1. Lapangan Terbang Lundo di Distrik Eipumek.
  1. Lapangan Terbang Borme di Distrik Borme;
  1. Lapangan Terbang Bime di Distrik Bime;
  1. Lapangan Terbang Nongme di Distrik Nongme;
  1. Lapangan Terbang Eipumek di Distrik Eipumek;
  1. Lapangan Terbang Pamek di Distrik Pamek;
  1. Lapangan Terbang Okyop di Distrik Kiwirok Timur;
  1. Lapangan Terbang Oklip di Distrik Oklip;
  1. Lapangan Terbang Kaklup di Distrik Okbab;
  1. Lapangan Terbang Okpahik di Distrik Kiwirok;
  1. Lapangan Terbang Batani di Distrik Borme;
  1. Lapangan Terbang Bape di Distrik Alemsom;
  1. Lapangan Terbang Mot di Distrik Mopinop;
  1. Lapangan Terbang Bias di Distrik Murkim;
  1. Lapangan Terbang Terpones di Distrik Aboy;
  1. Lapangan Terbang Bemban di Distrik Okbab;
  1. Lapangan Terbang Markum di Distrik Okbab;
  1. Lapangan Terbang Maksum di Distrik Okbibab;
  1. Lapangan Terbang Tanime di Distrik Weime;
  1. Lapangan Terbang Luban di Distrik Aboy
  1. Lapangan Terbang Aboy di Distrik Aboy;
  1. Lapangan Terbang Dewok/Walap Kubun di Distrik Kawor;
  1. Lapangan Terbang Tarup di Distrik Iwur;
  1. Lapangan Terbang Hangmata di Distrik Okbemtau;
  1. Lapangan Terbang Baser di Distrik Okbemtau;
  1. Lapangan Terbang Mipol di Distrik Okhika;
  1. Lapangan Terbang Okbap di Distrik Okbab;
  1. Lapangan Terbang Okbape di Distrik Okbape;
  1. Lapangan Terbang Okhika di Distrik Okhika;
  1. Lapangan Terbang Omban di Distrik Borme;
  1. Lapangan Terbang Sape di Distrik Oksop;
  1. Lapangan Terbang Abmisibil di Distrik Okbibab;
  1. Lapangan Terbang Okbem di Distrik Okbemtau;
  1. Lapangan Terbang Weime di Distrik Weime;
  1. Lapangan Terbang Yapil di Distrik Okbab;
  1. Lapangan Terbang Yabasorom di Distrik Eipumek;
  1. Lapangan Terbang Kameme di Distrik Bime;
  1. Lapangan Terbang Onya di Distrik Borme;
  1. Lapangan Terbang Bordamban di Distrik Borme;
  1. Lapangan Terbang Okhim di Distrik Oklip;
  1. Lapangan Terbang Kiwi di Distrik Kiwirok;
  1. Lapangan Terbang Borban di Distrik Okbap;
  1. Lapangan Terbang Lulis di Distrik Aboy;
  1. Lapangan Terbang Arina di Distrik Weime;
  1. Lapangan Terbang Pepera di Distrik Pepera;
  1. Lapangan Terbang Kubibkop di Distrik Oksebang;
  1. Lapangan Terbang Tundumbon di Distrik Kawor;
  1. Lapangan Terbang Bunggon di  Distrik Bime;
  1. Lapangan Terbang Tukding di Distrik Kiwirok; dan
  1. Lapangan Terbang Tauban di Distrik
  1. Lapangan Terbang Iriamo di Distrik Bime;
Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika, 2011
 
 
Peningkatan dan pengembangan bandara akan dilakukan pada Bandara Oksibil di Distrik Oksibil, Bandara Batom di Distrik Batom, Bandara Kiwirok di Distrik Kiwirok, Bandara Iwur di Distrik Iwur, Bandara Borme di Distrik Borme, Bandara Teiraplu di Distrik Teiraplu, Bandara Baser di Disrik Okbemtau, dan Bandara Iriamo di Distrik Weime. Pada kawasan bandara ini akan direncanakan untuk penyusunan aturan zonasi kawasan sekitar bandara.
Sistem jaringan transportasi di Kabupaten Pegunungan Bintang dapat dilihat pada Gambar 3.3, sedangkan khusus untuk jaringan transportasi sungai dapat dilihat pada Gambar 3.4.
 
Gambar 3.3 Peta Rencana Jaringan Transportasi
 
 
Gambar 3.4 Peta Rencana Transportasi Sungai
 
 
RENCANA SISTEM JARINGAN PRASARANA LAINNYA
Sistem jaringan prasarana lainnya terdiri dari sistem energi, telekomunikasi, sumberdaya air, prasarana pengelolaan lingkungan dan prasarana lainnya.
 
SISTEM JARINGAN ENERGI
Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik hingga akhir tahun perencanaan ini maka direncanakan pengembangan dan atau pembangunan beberapa pembangkit tenaga listrik sebagai berikut:
1)    Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Distrik Oksibil;
2)   Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) meliputi: Oksibil, Serambakon, Okbibab, Kiwirok, Bime, Borme, Pepera, Tarub, Kawor, Oksamol, Okyop, Eupomek, Oklip, Okhika, Okbab, Weime, Nongme, Pamek, Okbape, Alemsom, Oksop, Oksebang, dan Okaom;
3)   Pembangkit Tenaga Listrik Kincir Arus Sungai di Bias, Teiraplu, Aboy, Batani, Batom, Okbemtau, Mot, Awimbon, Iwur, dan Kawor; dan
4) Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) meliputi: di Distrik Kiwirok, Oksibil, Borme, Pamek, Okbemtau, Pepera, Tarub dan Okaom.
Beberapa rencana pengembangan jaringan sistem energi di Kabupaten Pegunungan Bintang yaitu sebagai berikut:
1)    Pembangunan Kapasitas Depo BBM; pembangunan ini diarahkan untuk menjamin ketersediaan pasokan BBM karena meningkatnya volume BBM yang disimpan. Pembangunan Kapasitas Depo BBM ini direncanakan dilakukan di Distrik Oksibil, Kawor, Kiwirok, Batom, Borme, Bime, dan Teiraplu.
2)    Pembangunan Fasilitas Penyimpanan BBM untuk Mendukung PLTD dan Transportasi di Distrik Oksibil, Kawor, Batom, Teiraplu, Kiwirok, dan Borme.
Rencana sistem jaringan energi yaitu sistem jaringan listrik di Kabupaten Pegunungan Bintang ditunjukkan pada Gambar 3.5 di bawah ini.
 
Gambar 3.5 Peta Rencana Sistem Jaringan Energi 
 
 
SISTEM JARINGAN TELEKOMUNIKASI
Rencana pengembangan sistem jaringan telekomunikasi di Kabupaten Pegunungan Bintang terdiri atas sistem jaringan seluler, satelit, dan radio. Arahan pengembangan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah:
a.    Untuk perluasan jangkauan Layanan Telepon Selular di arahkan:
1)    Penambahan BTS di Lokasi Yang Sedikat Halangan Sinyal
2)    Komunikasi Nir Kabel untuk komunikasi data,
3)    Mengutamakan kawasan perumahan dan komersial
b.    Untuk Telepon Seluler/Satelit diarahkan:
1)    Diprioritaskan pada ibukota desa yang jauh dari akses jalan/terpencil
2)    Mengutamakan kawasan perumahan dan komersial
 
A.     Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Seluler             
Teknologi telepon seluler yang sedang berkembang pesat di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua yaitu GSM dan CDMA. Teknologi CDMA relatif lebih baru dibandingkan GSM. Dengan teknologi ini tingkat tedensitas telepon Indonesia meningkat pesat, karena kepraktisan dalam pengembangannya tanpa harus mengelar kabel sepanjang jalan perkotaan dan desa untuk menjangkau para pelanggan. Melihat kepraktisan tersebut, maka rencana pengembangan telekomunikasi seluler menjadi prioritas dalam mengatasi kendala komunikasi. 
Rencana pengembangan sistem jaringan seluler ini akan dikembangkan di Oksibil Distrik Oksibil, Batom di Distrik Batom, Borme di Distrik Borme, Turwe di Distrik Bime, Polobakon di Distrik Kiwirok, Apmisibil di Distrik Okbibab, Teiraplu di Distrik Teiraplu, Bias di Distrik Murkim, Aboy di Distrik Aboy, Tarup di Distrik Tarup, Iwur di Distrik Iwur, dan Oksamol di DIstrik Oksamol.
 
B.     Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Satelit
Dalam pemenuhan kebutuhan telekomunikasi untuk wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang dapat dilakukan dengan sistem satelit karena wilayah-wilayah tersebut merupakan wilayah pegunungan yang sulit dicapai dengan pemasangan sambungan telepon kabel. Dengan sistem ini target pelayanan telepon dapat terakomodasi sesuai dengan kebutuhan wilayah  yang susah dijangkau bila menggunakan jaringan telepon kabel. Dalam pengoperasian sistem jaringan telepon ini, digunakan pemancar yang dipasang di atas rumah, sehingga dapat dimanfaatkan untuk beberapa rumah/KK. Keuntungan dari sistem jaringan telepon ini, tidak menggunakan pemasangan kabel telepon sehingga sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai sarana telekomunikasi bagi wilayah-wilayah di Kabupaten Pegunungan Bintang.
Teknologi komunikasi berbasis satelit yang sudah cukup dikenal adalah Very Small Aperture Terminal (VSAT). VSAT adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Keunggulan VSAT adalah Pemasangannya cepat dan jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan bumi akan tetapi koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca (terhadap molekul air). 
Rencana pengembangan sistem jaringan ini akan dikembangkan di Pepera Distrik Pepera, Borban Distrik Okbab, Okelwel Distrik Okhika, Mot Distrik Mopinop, Awimbon Distrik Awimbon, Oklip Distrik Oklip, Bulangkok Distrik Okaom, Arintap di Distrik Kawor, Eipumek di Distrik Eipumek, Okyop di Distrik Kiwirok Timur. 
 
C.     Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Radio    
Sesuai arahan didalam PP No. 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) didalam mewujudkan Struktur Ruang Nasional dalam hal Sistem Jaringan Prasarana Telekomunikasi Nasional di Provinsi Papua belum direncanakan. Kondisi alam Kabupaten Pegunungan Bintang sangat cocok dikembangkan sistem jaringan radio untuk memenuhi pelayanan di Oksibil, setidaknya sampai dengan akhir tahun 2031. 
Rencana sistem jaringan telekomunikasi di Kabupaten Pegunungan Bintang dapat dilihat pada Gambar 3.6 di bawah ini.
 
Gambar 3.6 Peta Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi 
 

JARINGAN SUMBER DAYA AIR

A.     Wilayah Sungai 
Kabupaten Pegunungan Bintang merupakan Kabupaten yang mempunyai banyak wilayah sungai. Disamping itu juga Kabupaten Pegunungan Bintang merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea. Untuk itu perlu ditetapkan wilayah sungai strategis nasional dan sungai lintas Negara.
Rencana penerapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Papua yang terdapat di Kabupaten Pegunungan Bintang adalag Sebagai Berikut:
1)    DAS Digul Timur, terdiri dari Sungai Iwur, Sungai Iwur1, Sungai Se, Sungai Digul Timur, dan Sungai Silaga
2)    DAS Digul Barat, Terdiri dari Sungai Digul_d, Sungai Digul_a, Sungai Digul_c, dan Sungai Digul_b.
3)    DAS Ein Hulu, terdiri dari Sungai Steenboom1, Sungai Kalff/Koltt (a), Sungai Elianden3, Sungai Elianden1, Sungai Elianden2, Sungai Kalff/Koltt (a),  Sungai Steenboom1, Sungai Elianden3a, dan Sungai Modera.
4)    DAS Sob Ger, terdiri dari Sungai Air, Sungai Tariatu9, Sungai Pevet/Pauwasi, Sungai Sobger, Sungai Songgolo, Sungai Taritatu13, Sungai Song1, Sungai Tariatu16, Sungai Tariatu15, Sungai Tariatu14, dan Sungai Tariatu17.
Adapun Wilayah Sungai Lintas Negara yang terdapat di Kabupaten Pegunungan Bintang meliputi:
1)    Wilayah Sungai Mamberamo Mamberamo-Tami-Apauar mencakup DAS Sefik yang terdapat di Distrik Murkim, Mofinop, Batom, Kiwirok, Kiwirok Timur,dan Oksamol.
2)    Wilayah Sungai Einlanden – Digul yang mencakup DAS Digoel Hulu yang terdapat di Distrik Okbape, Oksop, Okaon, Oksebang, Oksibil Kolomdol, Serambakon, Pepera, Awimbon, Kawor, Tarup, dan Iwur.
Sungai lintas negara yang ada di kabupaten Pegunungan Bintang adalah:
1)    Sungai Sific yang sumber mata airnya terdapat pada Sungai Okyako dan Sungai Oklip-Oknangul yang melintasi PNG di distrik Amenap ,dan Lumi, yang bermuara di laut Wewak di PNG.
2)    Sungai Fly yang sumber mata ainya terdapat di Sungai Okbon dan Sungai Okdenom yang mengalir ke PNG yaitu di Distrik Tabubil sampai ke Provinsi Daru di PNG.
Adapun Wilayah Sungai Lintas Kabupaten yang terdapat di Kabupaten Pegunungan Bintang meliputi:
1)    Wilayah Sungai Mamberamo-Tami-Apauar yang mencakup DAS Sobger yang terdapat di Distrik Batani, Teiraplu, Jetfa, Mofinop, Aboy, Batom Okbemtau, Okhika, Obibab, Okbab, Bime, Weime, Borme, Eupumek, Pamek, dan Nongme. 
2)    Wilayah Sungai Mamberamo-Tami-Apauar yang mencakup DAS Taritatu Tengah yang tedapat di Distrik Batani. 
3)    Wilayah Sungai Einlanden – Digul yang mencakup DAS Eilanden yang terdapat di Distrik Alemsom, Okbape, dan Eipumek.
4)    Wilayah Sungai Einlanden – Digul yang mencakup DAS Digul Hulu yang terdapat di Distrik Distrik Okbape, Oksop, Okaon, Oksebang, Oksibil Kolomdol, Serambakon, Pepera, Awimbon, Kawor, Tarup, dan Iwur.
Sungai lintas kabupaten yang terdapat yang terdapat di Kabupaten Pegunungan Bintang terdapat di :
1)    Sungai Oknimno (Eilanden) ke Kabupaten Asmat dan Mappi; 
2)    Sungai Oktaru – Armase ke Kabupaten Mamberamo Raya dan Jayapura;
3)    Sungai Digoel yang terletak di Distrik Oksop yang mengalir ke selatan yaitu ke Kabupaten Boven Digoel, Mappi dan Merauke.
4)    Sungai Batani dan Sungai Nongme (Mamberamo) yang mengalir ke arah Kabupaten Jayapura dan Mamberamo Raya. 

Sistem wilayah sungai di Kabupaten Pegunungan Bintang ditunjukkan pada Gambar 3.7 berikut ini.

Gambar 3.7 Peta Sistem Wilayah Sungai 

B.     Prasarana Air Baku Untuk Air Minum

Wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang yang digunakan sebagai ketersediaan air baku untuk air bersih dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terdapat di mata air Okyu, Oksob, Oksibil, Okbon, Okdenom, Oksakub, Oknimno, Oknangul, Okik, Okhika, Okngo, Okbem, Oklip, Oksamol, Oknonka, Okautaka, Okbi, Okbab, Meme, Ailme, Kameme, Oku, Okpeteng dan Okil/Pamil. 
Sumber air baku untuk air minum yang direncanakan akan digunakan adalah mata air Okyu terdapat di Distrik Okaom, mata air Okil/ Pamil terdapat di Serambakon, sungai Bao di Distrik Iwur, Sungai Okyako di Distrik Batom, dan Sungai Okkabnum di Distrik Oksibil. Mata air yang telah menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air (IPA) terdapat di mata air Okyu terdapat di Distrik Okaom, mata air Okil/ Pamil terdapat di Serambakon, dan Sungai Okkabnum di Oksibil.

C.     Sistem Pengendalian Banjir
Banjir yang terjadi di Kabupaten Pegunungan Bintang, merupakan masalah yang harus segera ditangani agar akibat yang ditimbulkannnya tidak banyak merusak dan merugikan masyarakat sekitarnya, mengingat lokasi banjir di Kabupaten Pegunungan Bintang terdapat di lokasi Bandar Udara yaitu di Bandar Udara Batom dan Oksibil. Usaha-usaha untuk mencegah dan mengurangi akibat terjadinya banjir harus segera dilakukan. Sistem pengendalian banjir yang dilakukan di kedua lokasi tersebut berbeda. Untuk bandar udara di Batom dengan program sudetan sungai, sedangkan untuk bandar udara di Oksibil dengan program geologi dan teknologi (Geotek). Selain itu sistem pengendalian banjir juga perlu diterapkan pada daerah rawan banjir di Distrik Batani, Teiraplu, dan Awimbon. Daerah ini merupakan dataran rendah yang sangat berpotensi untuk tergenang.
Penanganan banjir haruslah dilihat dari berbagai aspek, yaitu dari aspek secara alamiah atau terjadi gangguan akibat kegiatan manusia. Apabila banjir yang terjadi karena pasang surut air sungai, maka penanganannya harus dengan cara pemindahan kegiatan pada wilayah yang tidak terkena banjir. Apabila banjir terjadi karena adanya kegiatan yang mengakibatkannya, maka penanganannya dengan cara membatasi kegiatan yang berlangsung tersebut. Sistem pengendalian banjir juga dapat dilakukan melalu rekayasa teknis. 

SISTEM PRASARANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN

A.     Sistem Pengelolaan Persampahan
Dengan meningkatnya perkembangan penduduk dan beragamnya aktivitas  wilayah perkiraan timbulan sampah di Kabupaten Pegunungan Bintang pada tahun 2009 dan tahun 2031 masing-masing adalah sebesar 92.569,961 m3 per tahun dan 130.017,745 m3 per tahun dengan penduduk yang terlayani mencapai 55.514 jiwa pada tahun 2009 dan sebesar 77.719 jiwa pada tahun 2031.
Berdasarkan volume atau timbulan sampah tersebut, maka perlu dilakukan perencanaan dan penyediaan sarana dan prasarana untuk pengelolaan sampah di Kebupaten Pegunungan Bintang. Adapun sistem pengelolaan sampah yang diterapkan adalah sistem pengelolaan yang meliputi pewadahan, pengumpulan, pengangkutan dan perjalan serta pemrosesan akhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah.
Dengan adanya perkiraan peningkatan jumlah timbulan sampah sebagamana tersebut di atas, maka lahan yang dibutuhkan untuk lokasi TPA di Kabupaten Pegunungan Bintang pada tahun 2009 adalah seluas 8,4 hektar. Sedangkan pada tahun 2031 lahan yang dibutuhkan untuk TPA adalah  seluas 11,86 hektar.
Untuk lokasi TPA di Kabupaten Pegunungan Bintang dapat diarahkan di Distrik Kalomdol, Batom, dan Teiraplu. Sementara itu mengingat luasnya wilayah kabupaten ini, maka perlu disiapkan Tempat Pengelolaan Sementara (TPS) di setiap ibukota distrik guna menampung dan mengolahan sampah di daerah tersebut yang tidak dapat diangkut secara langsung ke TPA. Namun pada TPS-TPS yang sudah terhubungkan dengan jalan dapat diangkut menuju lokasi TPA. Pengembangan sarana pengangkutan sampah terutama untuk melayani kawasan perkotaan, lingkungan-lingkungan permukiman, areal komersial seperti perdagangan dan pasar. Lokasi pembangunan TPA harus jauh dari permukiman penduduk dengan melakukan studi pemilihan lokasi TPA sebagai tempat pemrosesan akhir sampah. Sistem pengelolaan persampahan di Kabupaten Pegunungan Bintang dapat dilihat pada Gambar 3.8.

Rencana Sistem Pengelolaan Sampah di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah : 
a.    Pengembangan sarana pengangkutan sampah dengan menggunakan truk terutama untuk melayani lingkungan-lingkungan permukiman, areal komersial seperti perdagangan dan pasar ; 
b.    Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Distrik Kolomdol dan Batom, dan Teiraplu. Sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Pegunungan Bintang dengan menggunakan sistem Sanitary Landfill.

B.     Sistem Jaringan Air Limbah

Volume air kotor yang dikeluarkan oleh penduduk dapat diketahui dengan asumsi bahwa setiap unit rumah tangga mengeluarkan air kotor sebanyak 40 liter/hari, maka pada tahun perencanaan 2031 sebesar 1.268.903 liter perhari.
Limbah rumah tangga secara umum dibagi ke dalam 2 (dua) kelompok, yaitu limbah air kotor (grey dan black water) dan pembuangan tinja. Untuk limbah air kotor umumnya dihasilkan dari kegiatan rumah tangga, komersil maupun industri. Sedangkan pembuangan tinja dihasilkan dari limbah manusia. Pembuangan air limbah rumah tangga di Kabupaten Pegunungan Bintang akan menggunakan sistem septic tank komunal. Sedangkan untuk limbah manusia akan diarahkan agar masing-masing rumah memiliki sistem septic tank pribadi/WC. Untuk pembuangan air limbah rumah tangga akan dioptimalkan untuk tidak membuang langsung ke saluran drainase yang ada, namun terlebih dahulu akan diolah dengan penggunaan teknologi tepat guna, karena dapat mencemari kelestarian air sungai.
Pelayanan air limbah di Kabupaten Pegunungan Bintang seharusnya menggunakan pelayanan sistem tangki septik dengan bidang resapan maka dibutuhkan IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja). Sistem jaringan air limbah direncanakan diterapkan di kawasan perkotaan Oksibil, Batom, Iwur, Teiraplu, Okbibab, dan Borme.

C.     Sistem Jaringan Air Minum

Dengan memperhatikan perkembangan wilayah saat ini, maka pengembangan sistem jaringan air minum menjadi penting dilakukan di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, terutama untuk mengantisipasi tingginya permintaan suplai air disekitar pusat-pusat pertumbuhan. Kebutuhan prasarana air bersih merupakan hal yang mutlak pada sebuah wilayah. Mengingat distribusi air bersih pada masing-masing wilayah distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang belum merata. 
Sistem jaringan air minum di Kabupaten Pegunungan Bintang dengan menggunakan sistem jaringan pipa primer dan pipa sekunder yang diambil langsung dari mata air dan bak penampungan air yang ada. Sistem jaringan air minum di Kabupaten Pegunungan Bintang yang telah menggunakan pipa primer dan pipa sekunder yang terdapat di, Oksibil, Batom, Borme, Okbibab, Teiraplu, dan Iwur.

D.     Sistem Jaringan Drainase

Kondisi sistem drainase di kawasan Kota Oksibil juga terbatas kemampuan/ kapasitasnya. Jika turun hujan beberapa lama akan terjadi genangan-genangan air di beberapa lokasi yang tidak segera surut, sehingga dapat menghambat berbagai aktivitas. Untuk wilayah lain yang belum memiliki sistem drainase, saat ini belum terlalu menimbulkan permasalahan yang signifikan. Namun di masa mendatang sejalan dengan perkembangan wilayah akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas perekonomian maka banjir/genangan akan menjadi salah satu masalah utama. Untuk pengembangan wilayah Kota Oksibil dan sekitarnya, perlu peningkatan kapasitas sistem drainase di pusat-pusat kegiatan, dan terintegrasi dengan pembangunan jalan. 
Rencana pengembangan sistem drainase sebagaimana di Kabupaten Pegunungan Bintang dilakukan melalui peningkatan kapasitas sistem drainase di pusat-pusat kegiatan terutama di kawasan perkotaan Oksibil. Dalam upaya menunjang kualitas lingkungan yang terdapat di Kabupaten Pegunungan Bintang maka perlu direncanakan sistem drainase untuk menampung limbah buangan rumah tangga maupun fasilitas lainnya. 
Guna mendapat sistem drainase yang sesuai dan tepat maka diperlukan upaya-upaya seperti:
(1)    Program normalisasi sungai yang memperlebar dan memperdalam alur sungai untuk mengatasi penyempitan dan pendangkalan/penyumbatan di hilir/muara sungai.
(2)    Meningkatkan upaya non-struktur seperti penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga prasarana drainase, serta penegakan hukum terhadap kegiatan yang merusak prasarana drainase dan menghambat upaya pemeliharaan drainase.
Rencana pengembangan sistem drainase sebagaimana di Kabupaten Pegunungan Bintang dilakukan melalui peningkatan kapasitas sistem drainase di pusat-pusat kegiatan terutama di Kota Oksibil.
Dalam upaya menunjang kualitas lingkungan yang terdapat di Kabupaten Pegunungan Bintang maka perlu direncanakan sistem drainase untuk menampung limbah buangan rumah tangga maupun fasilitas lainnya. Drainase terdiri atas :
(a)    Saluran Primer (Sungai)
Untuk mengoptimalkan sistem drainase saluran primer (sungai) maka dilakukan upaya-upaya normalisasi aliran sungai, terutama sungai-sungai yang berada pada daerah permukiman penduduk
(b)    Saluran Sekunder
Sedangkan untuk saluran sekunder adalah saluran-saluran pengumpul air limbah sebelum dialirkan menuju ke Saluran Primer (Sungai).
(c)    Saluran Tersier
Saluran tersier adalah saluran yang berada pada daerah permukiman penduduk.

Gambar 3.8 Peta Rencana Sistem Pengelolaan Persampahan

 

 

 
 
 

 

 

INFO DUNIA AGRIBISNIS


Perkembangan dunia agribisnis Indonesia sangatlah cepat, dibawah ini adalah rangkuman informasi terkait seputar agrobisnis Indonesia selengkapnya :

- Informasi Usaha Peternakan di Indonesia

- Kiat Sukses Peternakan Ayam

- Tips Beternak Lele