Tujuan, Kebijakan dan Strategi

TUJUAN PENATAAN RUANG

Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten merupakan arahan perwujudan ruang wilayah kabupaten yang ingin dicapai di masa mendatang, dimana tujuan ini  memiliki fungsi : 
•    sebagai dasar formulasi kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten;
•    memberikan arah bagi penyusunan indikasi program utama dalam RTRW Kabupaten; dan
•    sebagai dasar penetapan arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten.

Sesuai dengan tujuan penataan ruang nasional, visi dan misi pembangunan wilayah kabupaten, karakteristik wilayah kabupaten, isu strategis, dan kondisi objektif yang diinginkan, maka tujuan penataan ruang Kabupaten Pegunungan Bintang ini adalah:

“Mewujudkan ruang wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang sebagai Beranda Depan NKRI yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan berbasis pada agribisnis, agroforestry dan ekowisata melalui pengembangan komoditas keunggulan lokal dan menggunakan teknologi tepat guna dengan memperhatikan mitigasi bencana”.

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENATAAN RUANG
KEBIJAKAN PENATAAN RUANG KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG

Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang maka ditetapkan kebijakan dan strategi penataan ruang. Kebijakan penataan ruang Kabupaten Pegunungan Bintang meliputi:
1. Pengembangan sistem pusat permukiman dan pusat pelayanan ekonomi, sosial, dan budaya guna mewujudkan pemerataan hasil-hasil pembangunan, keterjangkauan pelayanan umum, dan peningkatan dinamika ekonomi;
2. Pengembangan prasarana wilayah guna membuka keterisolasian wilayah terpencil dan wilayah perbatasan serta meningkatkan hubungan antar kabupaten, antar distrik, dan antar kampung dengan satuan permukiman lainnya;
3. Pemantapan fungsi lindung pada kawasan yang dilestarikan atau mempunyai limitasi untuk dikembangkan/dibudidayakan;
4. Pengoptimalan pengembangan potensi lokal dan kawasan-kawasan budidaya berdasarkan daya dukung lingkungan fisik dan kearifan lokal melalui pemanfaatan teknologi tepat guna;
5. Peningkatan fungsi kawasan strategis kabupaten khususnya kawasan strategis perekonomian dan pelayanan sosial budaya;
6. Perlindungan terhadap hak masyarakat adat secara pasti dengan memberikan pengakuan terhadap hak ulayat masyarakat adat;
7. Pemantapan fungsi pertahanan dan keamanan kawasan perbatasan dengan mengedepankan kesejahteraan masyarakat untuk menciptakan keamanan dan stabilitas kawasan perbatasan Negara; dan
8.    Perlindungan kawasan rawan bencana alam melalui pengembangan sistem mitigasi bencana terpadu untuk melindungi manusia dan kegiatannya dari bencana alam.

STRATEGI PENATAAN RUANG KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG

Adapun strategi penataan ruang Kabupaten Pegunungan Bintang meliputi:
(1)    Strategi untuk mengembangkan sistem pusat permukiman dan pusat pelayanan ekonomi, sosial, dan budaya guna mewujudkan pemerataan hasil-hasil pembangunan, keterjangkauan pelayanan umum, dan peningkatan dinamika ekonomi, terdiri atas:
a.   Menetapkan Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP) berdasarkan potensi pengembangannya;
b.   Memantapkan peran Batom sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dari sudut kepentingan pertahanan keamanan;
c.   Memantapkan peran Kota Oksibil sebagai ibukota kabupaten dan Pusat Kegiatan Lokal (PKL);
d. Mengembangkan peran Teriaplu sebagai Pusat Kegiatan Lokal Promosi (PKLp) sebagai pusat pelayanan di bagian utara kabupaten.
e. Mengembangan dan memantapkan peran ibukota distrik dan pusat-pusat permukiman utama yakni Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) dan Pusat Pelayanan Lokal (PPL) yang ada sebagai pusat pengembangan demi mewujudkan pemerataan pembangunan dan pelayanan sosial ekonomi;
f. Mengembangkan keterkaitan antar distrik dan antar pusat permukiman secara fungsional, melalui pengembangan fungsi distrik dan pusat-pusat permukiman; dan
g. Mengembangkan pusat-pusat permukiman atau kampung-kampung yang terisolasi melalui peningkatan aksesibilitas dan penyediaan fasilitas kebutuhan dasar sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat lokal baik pada bidang ekonomi, sosial, dan budaya.  
(2)  Strategi untuk mengembangkan prasarana wilayah guna membuka keterisolasian wilayah terpencil dan wilayah perbatasan serta meningkatkan hubungan antar kabupaten, antar distrik, dan antar kampung dengan satuan permukiman lainnya, terdiri atas:
a. Mengembangkan sistem prasarana transportasi udara, darat, dan sungai untuk meningkatkan aksesibiltas, intensitas dan kualitas hubungan ke luar kabupaten, antar distrik, antar kampung/antar satuan permukiman, sampai pada permukiman-permukiman terpencil di wilayah pegunungan maupun di kawasan perbatasan negara tetangga (PNG);
b.  Mengutamakan dan meningkatkan peran transportasi udara melalui lapangan terbang dan transportasi sungai melalui dermaga sungai sebelum dilayani oleh transportasi jalan raya;
c.  Mengembangkan keterpaduan antar moda transportasi darat, sungai, dan udara untuk mewujudkan pemerataan perkembangan wilayah dan meningkatkan keefektifan arus atau pergerakan orang, barang dan jasa;
d.   Mengembangkan prasarana telekomunikasi terutama di kawasan yang terpencil;
e.  Mengembangkan sistem prasarana pengairan untuk menunjang pengembangan kawasan pertanian dan penyediaan energi listrik; dan
f.  Mengembangkan sistem energi dan kelistrikan yang ramah lingkungan guna mewujudkan kemandirian energi, ketersediaan, pemenuhan kebutuhan dan perluasan jangkauan pelayanan listrik dengan harga yang terjangkau untuk seluruh masyarakat. 
(3)    Strategi untuk memantapkan fungsi lindung pada kawasan yang dilestarikan atau mempunyai limitasi untuk dikembangkan/dibudidayakan, terdiri atas:
a. Meningkatkan fungsi kawasan lindung dan mengendalikan pemanfaatan ruang pada kawasan lindung agar sesuai fungsi yang telah ditetapkan;
b. Melindungi Kawasan Suaka Margasatwa Mamberamo-Foja dan Suaka alam Puncak Mandala/Pegunungan Bintang, serta hutan lindung dari tekanan perubahan dan / atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan agar tetap mampu mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya; dan
c. Melindungi wilayah sungai di Kabupaten Pegunungan Bintang sebagai wilayah sungai strategis nasional dan lintas Negara.
(4) Strategi untuk mengoptimalkan pengembangan potensi lokal dan kawasan-kawasan budidaya berdasarkan daya dukung lingkungan fisik dan kearifan lokal melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, terdiri atas:
a. Mengembangkan agribisnis, agroforestry dan ekowisata sesuai dengan potensi sumberdaya alam, daya dukung lingkungan, dan kearifan lokal yang didukung oleh penyediaan sarana dan prasarana pendukung;
b.  Menggunakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk pemanfaatan pengelolaan komoditas lokal;
c. Mengembangkan kegiatan budi daya unggulan dan komoditas unggulan beserta prasarana secara sinergis  dan berkelanjutan untuk mendorong pengembangan perekonomian kawasan; dan
d.Mengembangkan kawasan wisata budaya dan alam sebagai bentuk pelestarian kebudayaan dan penigkatan ekonomi dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan.
(5) Strategi untuk meningkatkan fungsi kawasan strategis khususnya kawasan strategis perekonomian dan pelayanan sosial budaya, terdiri atas:
a.Mengembangan wilayah-wilayah prioritas untuk mengakomodasikan perkembangan sektor-sektor strategis melalui studi yang lebih mendalam serta upaya penyiapan penataan ruang;
b.  Mengembangkan kawasan perkotaan dan kawasan pengembangan agribisnis dan agroforestry untuk menciptakan kemadirian ekonomi;
c. Mempertahankan keunikannya kawasan kekuasaan adat dan budaya sebagai sentra pengembangan budaya dan keberlangsungan identitasnya peradaban; dan
d.  Mengembangkan sarana dan prasarana pendukung pada setiap kawasan strategis.
(6) Strategi untuk perlindungan terhadap hak masyarakat adat secara pasti dengan memberikan pengakuan terhadap hak ulayat masyarakat adat, terdiri atas :
a.    Mengarahkan pengelolaan tanah ulayat yang dapat membantu masyarakat adat secara nyata keluar dari kesulitan;
b. Memberikan tanggungjawab kemandirian kepada masyarakat berdasarkan pengalaman sendiri secara empirik kondisional, dan memberdayakan sikap independensi peran serta masyarakat agar tercipta hasil kerja dan hasil guna sesuai dengan pandangan hidupnya;
c. Menumbuhkan kesadaran ilmiah masyarakat secara persuasif untuk menggerakkan semangat kebersamaan, kreativitas masyarakat dan bersedia melakukan perubahan-perubahan terhadap tradisi-tradisi yang menghambat; dan
d. Membangun kemitraan dengan pemerintah, kaum intelektual, dan lembaga-lembaga terkait, serta upaya legitimasi program agar dapat memberikan jaminan terhadap prioritas hak-hak masyarakat, dan pemerataan kesempatan usaha. 
(7) Strategi untuk pemantapan fungsi pertahanan dan keamanan kawasan perbatasan dengan mengedepankan kesejahteraan masyarakat untuk menciptakan keamanan dan stabilitas kawasan perbatasan Negara; dan
a. Meningkatkan prasarana dan sarana penunjang kegiatan sosial ekonomi masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di kawasan perbatasan;
b. Mengembangkan distrik-distrik perbatasan dan kampung-kampung perbatasan sebagai pintu gerbang negara berdasarkan kesepakatan dengan negara tetangga;
c. Mengembangkan kegiatan ekonomi dan pendidikan terpadu di kawasan perbatasan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kedua Negara; dan
d. Meningkatkan sarana dan prasarana pertahanan dan keamanan pada pintu-pintu perbatasan negara.
(8)    Strategi untuk perlindungan kawasan rawan bencana alam melalui pengembangan sistem mitigasi bencana terpadu untuk melindungi manusia dan kegiatannya dari bencana alam, terdiri atas:
a. Menentukan  kawasan rawan bencana berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan berdasarkan norma, peraturan, standar, dan ketentuan;
b. Menentukan distribusi peruntukan ruang dalam suatu kawasan rawan bencana yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budidaya yang dilakukan melalui kajian terhadap tingkat kerawanan bahaya serta tingkat risiko yang dihadapi suatu wilayah terhadap suatu jenis bahaya;
c. Menetapkan rencana pengelolaan kawasan rawan bencana alam sebagai sebuah acuan yang harus digunakan dalam pemanfaatan ruang pada kawasan rawan bencana; dan 
d. Memberikan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendidikan kepada semua stakeholder menyangkut kebencanaan dari mulai tindakan pencegahan, tindakan pada saat bencana terjadi, dan tindakan setelah bencana terjadi.

INFO DUNIA AGRIBISNIS


Perkembangan dunia agribisnis Indonesia sangatlah cepat, dibawah ini adalah rangkuman informasi terkait seputar agrobisnis Indonesia selengkapnya :

- Informasi Usaha Peternakan di Indonesia

- Kiat Sukses Peternakan Ayam

- Tips Beternak Lele