Pertanian

Kabupaten Pegunungan Bintang juga merupakan suatu Kabupaten yang  memiliki areal lahan tidur yang sangat luas dengan tingkat kesuburan lahannya sangat tinggi sehingga sangat potensial untuk pengembangan tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perikanan darat.
Tanah di Kabupaten Pegunungan Bintang sebagian besar bertekstur halus dengan kedalaman efektif 51-100 cm. Topografinya didominasi oleh bukit-bukit dan pegunungan di bagian tengah, sedangkan dibagian Utara dan Selatan hanya sebagaian kecil yang merupakan dataran rendah. Pada wilayah dataran rendah banyak dipengaruhi oleh endapan sungai sehingga sering dijumpai jenis tanah Aluvial Kolovial dan Gleisol . Pada daerah landai ditemukan jenis tanah Kombisol  dengan sifat tanah yang masam dan basah. Pada daerah-daerah pegunungan yang curam sering ditemukan singkapan-singkapan batuan dan jenis tanah  Litosol. Sedangkan pada daerah bergelombang dengan jenis tanah Potsonok dan Mediten.
Tingkat kesuburan tanah dari masing-masing jenis tanah tersebut tergantung dari kedalaman lapisan organik yang dipengaruhi oleh vegetasi di atasnya.

a. Lahan Pertanian
Pada umumnya lahan pertanian masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang tersebar pada lereng-lereng gunung sampai pada dataran rendah dan daerah aliran sungai. Daerah lereng banyak disukai masyarakat untuk membuka kebun karena daerah ini tidak dapat tergenang air sebagai akibat dari curah hujan yang tinggi, sehingga mudah kering dan gampang dibakar pada saat musim kemarau. Sebagian masyarakat yang bermukim di dataran rendah membuka kebun di daerah aliran sungai karena daerah tersebut mempunyai tingkat kesuburan tanah yang tinggi.
Pada daerah bagian utara dan selatan Kabupaten Pegunungan Bintang merupakan dataran rendah sehingga sangat cocok untuk mengembangkan tanaman pangan dan hortikultura lainnya yang sesuai dengan dataran rendah. Daerah dataran rendah ini juga sangat cocok untuk tanaman perkebunan seperti kelapa, kelapa sawit, coklat, kopi robusta dan tanaman jarak.
Sedang pada bagian tengah merupakan pegunungan sehingga masyarakat bermukim dan melakukan aktivitas pertanian di lereng-lereng gunung dan hulu sungai. Selain cocok untuk tanaman pangan juga daerah pegunungan ini juga sangat cocok untuk tanaman kopi arabika. Potensi lahan pertanian Kabupaten Pegunungan Bintang dapat dilihat pada tabel. 4.1 sebagai berikut :

Tabel 4.1 : Arahan pengembangan pertanian Kabupaten Pegunungan Bintang
 

Sim-bol

Komoditas

Luas

Utama

Alternatif

Ha

%

Tanaman Pangan dan hortikultura, Lahan Basah, Dataran Rendah

 

 

A.1

Padisawah, sagu, jagung

Pisang, jeruk, sayuran, kedelai

15.018

1,02

Tanaman Pangan dan hortikultura, Lahan Basah, Dataran Tinggi

 

 

A.2

Padisawah, kedelai, jagung, sayuran

Pisang, jeruk

66

0,01

Tanaman Pangan dan Hortikultura, Lahan Kering, Dataran Rendah

 

 

B.1.1

  B.1.2

Padigogo, jagung, ubijalar

Padigogo, jagung, kedelai, ubijalar

Ubikayu, nangka, rambutan, sayur, matoa

Kacang tanah, sayuran, nangka, matoa

66.776

 

17.158

4,55

 

1,17

Tanaman Pangan dan Hortikultura, Lahan Kering, Dataran Tinggi

 

 

B.2.1

B.2.2

Sayuran, jagung, kedelai, bawang merah, ubi jalar, kacang tanah

Jagung, kedelai, ubijalar, kacang tanah, sayuran

Wortel, kentang, asparagus, kol

Alpokat, markisa

402

573

 

0,03

0,04

Tanaman Tahunan, Lahan Kering, Dataran Rendah

 

 

C.1.1

C.1.2

C.1.3

C.1.4

C.1.5

Kelapa sawit, karet

Karet, sengon, akasia

Kakao, kopi robusta, cengkeh

Kakao, kopi robusta

Kopi robusta, cengkeh, kakao

Lada, sengon, akasia, jagung

Kelapa sawit, meranti, keruing, kapur

Ubijalar, jagung, sengon

Sengon, meranti, keruing, kapur

Markisa, kayumanis

166.506

120.904

 

12.105

124.509

6.144

11,34

8,24

 

0,82

8,48

0,42

Tanaman Tahunan, Lahan Kering, Dataran Tinggi

 

 

C.2.1

C.2.2

C.2.3

Kopi arabika, kayumanis

Kopi arabika, kayumanis

Kopi arabika, teh

Markisa, alpokat, the

Eucalyptus, pinus

Markisa, alopkat, jagung, ubijalar

24.346

30.517

1.727

1,66

2,08

0,12

Tanaman Budidaya Konservasi, Lahan Kering, Dataran Tinggi

 

 

D.2

Ubijalar, kopi, sayuran

Teh, kayumanis, eucalyptus, pinus

106.242

7,24

Kawasan Lindung

 

 

KL

KK

Vegetasi alami

Vegetasi alami

 

32.207

742.155

2,19

50,54

Penggunaan Lain

 

 

X1

Ekscarpment

 

733

0,05

Jumlah

1.468.089

100,00


Sumber Data: Dinas Pertanian Kabupaten Pegunungan Bintang Tahun 2012

Dengan kondisi lahan tersebut maka sektor pertanian,  perikanan dan perkebunan dapat dikatakan telah menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang cukup signifikan dibandingkan dengan sektor peternakan dimana sektor perternakan mengalami stakna baik dilihat dari jumlah populasi dan produksi terutama jenis ternak sapi, kerbau dan kambing/domba namun jenis ternak babi secara populasi dan produksi setiap tahun mengalami peningkatan walaupun belum menunjukkan hasil yang signifikan sehingga masih dipandang perlu untuk menambah populasi babi karena terkait dengan budaya bakar batu masyarakat setiap adanya acara adat dan sebagai mas kawin.  

b. Tanaman Pangan dan Hortilkultura.
Jenis-jenis tanaman pangan dan hortikultura yang telah ada dan dibudidayakan oleh masyarakat tani di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah :
1) Tanaman Pangan
Tanaman pangan seperti ubi jalar, ubi kayu, talas, jagung dan padi ladang, kacang tanah dan kedelai. Perkembangan tanaman pangan dari tahun ke tahun terus meningkat. Luas panen tanaman pangan pada tahun 2012 seluas 5.433 Ha dan pada tahun 2012 seluas 5678 Ha atau terjadi peningkatan sebesar 4,5%. Produksi tanaman pangan pada tahun 2011 adalah sebesar 55.062 ton dan pada tahun 2012 sebesar 65395 ton atau naik sebesar 18,76%. Produksi rata-rata perhektar pada tahun 2011 sebesar 10,14 ton/ha  dan pada tahun 2012 sebesar 11,51ton/ha atau naik sebesar 13,51%. Luas panen, produksi dan rata-rata produksi tanaman pangan tahun 2011 dan tahun 2012 dapat dilihat dari tabel 4.2.

Tabel 4.2 : Luas panen, produksi dan rata-rata produksi 
tanaman pangan tahun 2011-2012
 
 

 

No

 

 

 

Jenis

Komoditi

Tahun 2011

Tahun 2012

Luas Panen (ha)

  Produksi (ton)

Rata-rata Produksi (ton/ha)

Luas Panen (ha)

Produksi (ton)

Rata-rata Produksi (Ton/ha)

1

2

3

4

5

6

7

8

 

Padi sawah/lading

Jagung

Ubi Kayu

Ubi Jalar

Kac. Tanah

Kac. Kedele

Keladi dan umbi lainnya

Kac. Hijau

110

96

122

4.839

93

37

123

13

175

156

1.221

52.050

157

58

1.232

13

1,59

1,62

10,01

10,76

16,88

15,67

10,016

1,00

224

109

160

4.839

130

42

161

13

 

390

129

2.463

60.479

194

94

1.631

15

 

1,74

1,18

15,40

12,50

1,49

2,40

10,13

1,15

 

 

Jumlah

5.433

55.062

10,14

5678

65395

11,51


Sumber Data: Dinas Pertanian Kabupaten Pegunungan Bintang Tahun 2012

2) Tanaman sayur-sayuran
Tanaman sayur-sayuran antara lain sawi, kol, bayam, cabe, buncis, wortel, bawang daun, bawang merah, bawang putih, ketimun, terong, tomat, kacang panjang, labu siam, dan kangkung. Produksi tanaman sayur-sayuran pada tahun 2011 sebesar 1.809 ton dan pada tahun 2012 sebesar 2.415 ton atau naik sebesar 33,50%, Peningkatan produksi sayur-sayuran yang paling menonjol yaitu sayuran kol/kobis sebesar 68,88% dibandingkan dengan produksi sayur-sayuran yang lainnya. Produksi sayur-sayuran pada tahun 2011 dan pada tahun 2012 dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut:
 

Tabel 4.3 : Produksi beberapa jenis sayur-sayuran 
tahun 2011-2012
 

No

Jenis Komoditas

Tahun 2011 Produksi (ton)

Tahun 2012 Produksi (ton)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Bawang Merah

Bawang Putih

Kentang

Kubis

Kol Kembang

Tomat

Ketimun

Terung

Kac. Panjang

Petsai/Sawi

Kac. Merah

Buncis

Labu Siam

Kangkung

Bayam

Wortel

Bawang Daun

Cabe

64

54

103

241

37

71

88

83

77

196

-

148

231

45

88

99

80

104

83

59

147

407

54

100

137

130

98

233

-

169

278

47

109

137

95

132

 

 

1.809

2.415


 
Sumber Data: Dinas Pertanian Kabupaten Pegunungan Bintang Tahun 2012

3) Tanaman buah-buahan
Tanaman buah-buahan seperti jeruk manis, nenas, pisang, nangka, jambu biji, terong belanda, alpokat, mangga dan pepaya. Produksi tanaman buah-buahan pada tahun 2011  adalah 717 ton dan pada tahun 2012 sebesar 1.025 ton atau naik sebesar  42,96% dari seluruh jenis buah-buah yang mengalami kenaikan produksi yang sangat menonjol adalah buah nenas sebesar 147,45% sedang untuk buah alpokat dan mangga masing-masing mengalami penurunun produksi sebesar 10% dan 16% hal ini dikarenakan terjadinya sereangan hama ulat daun. Untuk buah-buah seperti rambutan, sirsak, durian, belimbing, salak, nangka, jambu air baru dimulai pembudiyaannya sedang untuk buah melon semangka belum pernah dilakukan uji coba tanam. Produksi tanaman buah-buahan tahun 2011 dan tahun 2012 dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut :
 
Tabel 4.4. : Produksi beberapa jenis tanaman buah-buahan tahun 2011-2012
 

No.

Jenis Komoditas

Tahun 2011 Produksi (ton)

Tahun 2012 Produksi (ton)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

Pisang

Nenas

Alpokat

Mangga

Rambutan

Sirsak

Jambu Biji

Sukun

Durian

Pepaya

Belimbing

Salak

Nangka

Jambu air

Jeruk Siam

Semangka

Melon

Markisa

Duku

Terong Belanda

416

47

30

6

-

-

37

4

-

41

-

-

-

-

65

-

-

41

-

26

566

121

27

5

-

-

58

27

-

54

-

-

-

-

79

-

-

58

-

30

 

Jumlah

717

1.025

 
Sumber Data: Dinas Pertanian Kabupaten Pegunungan Bintang Tahun 2012 

 

INFO DUNIA AGRIBISNIS


Perkembangan dunia agribisnis Indonesia sangatlah cepat, dibawah ini adalah rangkuman informasi terkait seputar agrobisnis Indonesia selengkapnya :

- Informasi Usaha Peternakan di Indonesia

- Kiat Sukses Peternakan Ayam

- Tips Beternak Lele