Hentikan Perang Suku di Mimika Papua!

Hentikan Perang Suku di Mimika Papua!

Sudah dua bulan lebih, terhitung 29 Januari 2014, dua kubu di Mimika, Papua, bertikai. Tidak sedikit nyawa yang melayang akibat perang tersebut, 10 orang. 

Sampai kapan tanah Papua terus dibanjiri darah dari warganya sendiri? Pemerintah setempat diminta turun tangan menengahi kedua kubu dan mencari akar permasalahan diantara keduanya jika tidak ingin korban terus berjatuhan.

Suatu sore di Kampung Pioka Kencana, Jayanti, Mimika, sekelompok pria dari Suku Dani berkumpul di jalanan kampung. Mereka menghiasi wajah mereka dan memegang senjata parang dan panah. 

Tidak hanya kaum dewasa, terlihat pula beberapa remaja tanggung di tengahnya yang juga menenteng busur dan anak panah.

Mereka bukan hendak berburu. Sudah dua bulan ini mereka terus berjaga dari serangan kubu lawan dari Suku Moni. Letak perkampungan keduanya hanya dipisahkan oleh parit kering selebar satu meter.

Pangkal permasalahan keduanya adalah ego mempertahankan tanah ulayat atau tanah adat. Kelompok satu dengan lainnya saling klaim bahwa mereka menempati atau menggarap lahan di tanah yang mereka anggap sah secara adat adalah tanah mereka.

"Kami tidak mau perang. Perang sudah cukup dua bulan. Kami mau damai," kata Nataniel Murib yang dianggap sebagai sesepuh warga dari Suku Dani, saat berbincang di lokasi pertikaian, Rabu 

INFO DUNIA AGRIBISNIS


Perkembangan dunia agribisnis Indonesia sangatlah cepat, dibawah ini adalah rangkuman informasi terkait seputar agrobisnis Indonesia selengkapnya :

- Informasi Usaha Peternakan di Indonesia

- Kiat Sukses Peternakan Ayam

- Tips Beternak Lele