Papua

  • Freeport Investasi Rp 35,7 Triliun untuk Keruk Emas di Papua

    Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, induk usaha PT Freeport Indonesia, memperkirakan kebutuhan investasi untuk pengembangan tambang bawah tanah Grasberg, Papua dalam lima tahun ke depan sekitar US$ 3,67 miliar atau setara Rp 35,7 triliun. "Belanja modal untuk proyek yang tengah digarap saat ini diperkirakan rata-rata sekitar US$ 735 juta per tahun dalam lima tahun ke depan," jelas manajemen seperti dikutip dari situs resmi Freeport-McMoRan, Kamis (24/4/2013). Jika tambang ini sudah beroperasi, perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu menargetkan bisa memproduksi sekitar 240 ribu ton bijih setiap hari.  Hingga akhir Maret 2013, Freeport memproduksi emas sebanyak 212 ribu ounces dari tambang Grasberg, atau turun ...

  • Jumlah Penderita Malaria di Papua Meningkat

    Dinas Kesehatan Provinsi Papua menargetkan untuk menghapuskan angka penderita malaria pada 2030.  “Selama 17 tahun ke depan, kami harus bekerja keras menurunkan jumlah penderita di wilayah Papua menjadi di bawah 1 per 1.000 penduduk,” kata Kepala Dinas Kesehatan Papua Josef Rinta, kemarin. Saat ini, angka penderita malaria di Papua mencapai 96 per 1.000 penduduk. Josef mengatakan, jumlah kasus malaria di Papua pada 2012 ada 489 ribu kasus malaria klinis. Dari jumlah itu, yang melakukan pengecekan ke laboratorium ada 431 ribu lebih. Setelah dicek, yang positif menderita malaria mencapai 171 ribu lebih. “Daerah yang paling banyak ditemukan kasus malaria di wilayah pantai,” ...

  • Dishut : Jumlah Lahan Kritis di Papua, 5 Juta Hektar Lebih

    Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua mengumumkan jumlah lahan kritis di Papua menurut citra langsat yang ditafsir oleh laboratorium kehutanan Papua hingga saat ini berjumlah sekitar 5 juta hektar lebih dari total luas hutan Papua yang berjumlah 31,6 juta hektar. Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua, Ir. Marthen Kayoi, jumlah ini terus bertambah cukup pesat sejak tahun 2003 yang hanya berjumlah sekitar 3,6 juta hektar. Meski begitu, Kayoi tidak menampik salah satu penyebab terjadinya lahan kritis diakibatkan oleh adanya pembalakan liar atau illegal loging. Namun hal demikian hanya sebagian kecil karena lebih besar pembukaan hutan diakibatkan oleh pemekaran ...

  • Hutan Papua Lebih Baik dari Daerah Lain

    Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dari WWF Indonesia regional simpul Papua, Paschalina CHM Rahawarin, mengatakan kondisi hutan di Provinsi Papua, jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi hutan di daerah lainnya. Jayapura (ANTARA News) - "Kondisi Hutan Papua masih alami sementara daerah lain sebagian besar telah berganti dengan hutan perkebunan," katanya usai Pelatihan Identifikasi Kesesuaian Lahan Perkebunan yang digelar oleh WWF Indonesia regional simpul Papua, di Jayapura, Selasa.Dia mengatakan, hutan di luar Provinsi Papua kebanyakan telah beralih fungsi dan mejadi contoh buruk bila di Papua juga menyulap hutannya yang sebagian besar masih alami menjadi perkebunan tanpa ada sertifikasi kawasan bernilai ...

  • Masyarakat Papua Sambut Kedatangan Presiden Yudhoyono

    Masyarakat Papua menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka membuka musyawarah Badan Eksekutif Mahasiswa se-Nusantara di Universitas Cenderawasi, Senin (22/11). Sentani (ANTARA News) -Ketua Sinode Gereja Injili di Indonesia (Gidi) Provinsi Papua, Pendeta Lipiyus Biniluk, di Sentani, Minggu, mengatakan bahwa berharap kedatangan Presiden ke provinsi tertimur Indonesia kali ini bisa melakukan tindakan nyata tentang keberadaan otonomi khusus (Otsus) bagi masyarakat asli Papua. "Kami harap kedatangan Presiden di sini bisa memberikan solusi dengan berbagai masalah yang terjadi di Papua terlebih khusus penerapan Otsus jika memang itu mau ...

INFO DUNIA AGRIBISNIS


Perkembangan dunia agribisnis Indonesia sangatlah cepat, dibawah ini adalah rangkuman informasi terkait seputar agrobisnis Indonesia selengkapnya :

- Informasi Usaha Peternakan di Indonesia

- Kiat Sukses Peternakan Ayam

- Tips Beternak Lele